Suriah bantah tudingan PBB
Suriah membantah menggunakan kendaraan lapis baja dalam serangan ke desa Tremseh.
Pemerintah Suriah mengeluarkan bantahan terhadap tudingan PBB yang menyebut militer mereka menggunakan senjata berat saat menyerang desa Tramseh pada hari Kamis (12/07) lalu.
Mereka menuduh tuduhan yang dilontarkan oleh Utusan Khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan dilakukan lewat pernyataan yang tergesa-gesa.
Pemerintah Suriah menambahkan mereka hanya mengerahkan pasukan yang dipersenjatai senjata ringan saat melakukan operasi serangan tersebut.
Dalam penjelasannya mereka mengatakan serangan yang mereka lakukan merupakan aksi balasan terhadap serangan bersenjata kelompok pemberontak dan bukan sebuah bentuk pembunuhan massal.
Dari sisi jumlah korban mereka juga mengatakan ada 37 korban yang tewas dan jauh lebih sedikit dari angka yang disebutkan oleh para aktivis yang mengklaim ada 200 orang yang tewas dalam aksi serangan tersebut.
PBB sendiri saat ini telah mengirim peninjaunya kembali ke kawasan Tremseh untuk melanjutkan proses investigasi terhadap peristiwa itu.
Temuan PBB
Menteri Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi mengatakan dalam konfrensi pers di Damaskus bahwa operasi serangan yang mereka lakukan tidak menggunakan helikopter bersenjata, pesawat terbang dan kendaraan lapis baja.Dia juga mengatakan Kofi Annan telah mengirimnya surat secara tergesa-gesa kepada Menteri Luar Negeri Suriah tanpa melakukan konfirmasi terhadap fakta penggunaan senjata berat yang dituduhkannya.
"Serangan itu bukan pembunuhan massal tapi respon dari pasukan milter biasa terhadap serangan kelompok bersenjata berat yang tidak menginginkan sebuah solusi politik," kata Makdissi.
Makdissi mengatakan kalaupun ada yang menggunakan senjata berat itu bukan dari pasukan mereka tetapi dari kelompok pemberontak.
Dalam penjelasannya dia juga mengutip temuan awal tim peninjau PBB yang mendukung klaim Suriah bahwa mereka memang menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak bersenjata di Tramseh.
Tim peninjau PBB tetap bersikukuh dan telah menkonfirmasi temuannya bahwa senjata berat memang telah digunakan oleh militer Suriah dalam aksi serangan tersebut.
Mereka mengatakan aksi militer Suriah ini merupakan bentuk pelanggaran dari komitmen yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah negara itu kepada Kofi Annan.
(bbc/bbc)
-
Jumat, 24/05/2013 14:48 WIB
Intelijen Kenal Pelaku Pembunuhan Tentara Inggris
-
Jumat, 24/05/2013 12:59 WIB
Jembatan AS Ambruk ke Sungai
-
Jumat, 24/05/2013 11:19 WIB
Mahakarya Constabel laku ratusan miliar
-
Jumat, 24/05/2013 10:55 WIB
Jumlah mahasiswa asing di Inggris menurun
-
Jumat, 24/05/2013 09:48 WIB
Nissan tarik 800.000 mobil
-
Jumat, 24/05/2013 21:55 WIB
Setelan Jas, Mobil & Laptop Bripka Jeremy Dibawa ke RS Polri
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
Jumat, 24/05/2013 20:49 WIB
Keluarga NN datangi Abdul, Ajukan Pernikahan Sebagai Jalan Damai
-
Jumat, 24/05/2013 21:08 WIB
Kenangan Terakhir Istri Bersama Bripka Jeremy
-
Jumat, 24/05/2013 22:23 WIB
Air Asia Batal Terbang, Penumpang Diinapkan di Hotel Pekanbaru
-
Jumat, 24/05/2013 21:48 WIB
Tetangga Mengenal Bripka Jeremy Manurung Sebagai Orang Baik
-
Jumat, 24/05/2013 21:05 WIB
KPK Launching Baju Baru untuk Koruptor
-
Jumat, 24/05/2013 22:35 WIB
KPU Imbau Caleg Lapor Dana Kampanye, PKS: Ada Aturannya Nggak?
-
548 Komentar
-
365 Komentar
-
230 Komentar
-
222 Komentar
-
215 Komentar
-
205 Komentar
-
204 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
-
Jumat, 24/05/2013 17:59 WIB
Busyro: PKS Bukan Partai Malaikat!
-
Jumat, 24/05/2013 17:44 WIB
Mau Malam Minggu, Staf Korlantas Minta 'Tambah Darah' ke Sukotjo
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
