detikcom
Minggu, 15/07/2012 14:39 WIB

Kemenangan Jokowi-Ahok Bukti Rakyat Tak Terpengaruh Hasil Survei

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Kemenangan Jokowi-Ahok di perhitungan cepat pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta sempat mengagetkan banyak pihak. Salah satu lembaga survei, Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) memaparkan empat makna kemenangan ini.

"Yang pertama, angin perubahan sedang berhembus di DKI. Makna selanjutnya, suara rakyat tidak terpengaruh hasil survei, gencarnya iklan kampanye tak berbanding lurus dengan suara yang diperoleh, dan yang terakhir adalah bagi masyarakat dengan perilaku politik yang rasional, alasan pemilihan lebih berlandaskan pada kriteria, seperti rekam jejak," jelas Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate Toto Sugiarto.

Hal ini disampaikan Toto dalam Diskusi Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang bertajuk 'Pilkada DKI Jakarta: Menguatkan Rasionalitas Pemilih' di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2012).

Toto menambahkan yang terjadi di pilgub Jakarta adalah fenomena menarik. Pemilih yang sepenuhnya rasional membuktikan dirinya berdaulat.

"Masyarakat yang rasional tidak akan terbuai janji manis atau bahkan money politics," paparnya.

Sementara itu untuk pilgub putaran kedua nanti, Toto meyakini pasangan yang tidak melakukan black campaign yang akan menang.

"Untuk perang di putaran kedua, menurut saya pertama, siapapun yang melakukan kampanye negatif akan jadi kontradiktif untuk dirinya karena pemilih DKI cerdas. Yang kedua, pemilih DKI adalah pemilih yang tidak bisa dibohongi," pungkasnya.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(nal/asp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%