detikcom
Jumat, 13/07/2012 22:52 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih Akibat Gunung Runtuh di Maluku Tengah

M. Hanafi Holle - detikNews
Ambon, - Gunung Ulakhatu yang runtuh di desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, ternyata menjebol tanah hingga air yang tertampung sekitar 200 meter dan membentuk seperti danau. Akibatnya warga kesulitan untuk mendapat air bersih.

"Hasil kunjungan kita ke lokasi tinggi air sekitar 200 meter dan membentuk seperti danau," ungkap anggota DPRD Maluku Saadia Uluputty, Jumat (13/7/2012).

Uluputty yang juga putera desa Negeri Lima ini, sejak Siang tadi, mengajak anggota DPRD Maluku lainnya untuk meninjau langsung kejadian tersebut. "Saya bersama beberapa anggota DPRD sudah meninjau lokasi kejadian. Dan memang benar. Ada gunung yang runtuh dan membentuk seperti danau. Danau itu diapit dua gunung. Satunya gunung Ulakhatu yang runtuh dan satunya lagi gunung Baliwe. Ini gunung tertinggi di sini," kata Uluputty.

Akibat runtuhnya gunung itu, lanjut anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera ini, air yang tadi-tadinya mengalir deras dan selalu menjadi sumber air warga terhenti dan kering. "Warga kesulitan air bersih untuk mandi, cuci. Sungai ini menjadi tempat aktivitas warga sehari-hari," ujarnya.

Fenomena yang terjadi di tempat kelahirannya, kata Uluputty, sama persis dengan yang terjadi di dusun Mamua tahun 2006 silam. Ini kemungkinan karena patahan. "Ini kasusnya sama dengan bukit yang ambruk di dusun Mamua, desa Hila kecamatan Leihitu. Mungkin karena patahan," ungkapnya.

Mengantisipasi kesulitan air bersih, pemerintah desa, kata Uluputty, saat ini berusaha memaksimalkan sumber air di dua aliran sungai yakni, sungai Waisia dan sungai Waiputi yang jaraknya jauh dari aliran sungai Waiela. Esok, kata Uluputty, pihaknya akan membahas kasus ini di DPRD Maluku dan menyampaikannya ke pemerintah daerah Maluku.

"Kami akan membahasnya di DPRD dan esok juga akan disampaikan ke Gubernur Maluku, untuk menjadi perhatian," tandasnya.

Sementara itu, Camat Leihitu, Siti Buhma Soumena, saat dihubungi detikcom, via ponsel menyatakan, dirinya sudah mendapat laporan dari warga. "Saya belum sempat ke lokasi kejadian. Karena sementara masih di Masohi menghadiri serah terima jabatan Bupati," katanya.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(mpr/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000