detikcom
Jumat, 13/07/2012 19:40 WIB

M Nuh: Siswa Kelas 4 SD Mengulang Kelas 1 Tidak Masuk Akal

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Muhammad Reynaldi, seorang siswa kelas 4 SD harus mengulang dari kelas 1 di SD Taeng-Taeng, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan, karena rapornya hilang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh terkejut mendengar informasi tersebut.

"Sama sekali tidak masuk akal. Setiap sekolah punya buku induk, di situ ada anak angkatan berapapun juga, semua lengkap. Sehingga ada anak rapornya hilang, sebenarnya tinggal ditanya siapa namamu, saya kira kalau ada sampeyan bilang sekolah, ini guyonan apa, nggak masuk akal," ujar Mendikbud M Nuh di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Sekali lagi M Nuh menegaskan kasus tersebut sangat tidak akal. Oleh karena itu M Nuh meminta Dinas Pendidikan Makassar untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.

"Karena tidak masuk akal dari sisi administrasi, ngga masuk akal dari sisi substansi. Kita minta kepala dinas saja, tidak harus kementerian, saya terimakasih atas informasi ini," tutupnya.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengklarifikasi kasus tersebut. Mereka menyebut Reynaldi tidak pernah duduk di kelas 4 SD KIP Bara-Baraya, sekolah Reynaldi sebelumnya.

"Setelah saya klarifikasi di SD KIP Bara-Baraya, tidak pernah duduk di kelas 3 dan kelas 4. Dia hanya pernah duduk di kelas 1 dan kelas 2, itu pun di kelas 2 hanya satu semester dia ikuti," tutur Kepala Dinas Pendidikan Makassar Mahmud BM yang ditemui detikcom di kantornya, Jumat (13/7/2012).


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mpr/mad)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%