detikcom
Jumat, 13/07/2012 19:05 WIB

KPK Cari Kerugian Negara Kasus Runtuhnya Jembatan Kukar

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Masih ingat dengan peristiwa runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara 26 November 2011 lalu? Diam-diam KPK ternyata mulai mencari tahu penyebab kejadian itu.

"KPK buat studi untuk kasus rubuhnya jembatan itu," ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Tanjung Lesung, Banten, Jumat (13/7/2012).

Jembatan Kukar runtuh pada 26 November 2011. Peristiwa ini menewaskan 24 orang dan belasan orang lainnya dinyatakan hilang.

Jembatan itu seharusnya bisa tahan berpuluh-puluh tahun. Namun dalam hitungan 10 tahun saja, jembatan itu pun rubuh.

Menurut Bambang, bisa saja terjadi adanya mark up dalam pembangunan jembatan tersebut. Bahkan kerugian negara bisa saja dilihat bukan dari mark up.

Dampak ekonomi dari kehadiran jembatan tersebut pasti sangat terasa oleh masyarakat sekitar. Kini setelah tidak ada lagi jembatan, bisa dipastikan perekonomian pun terhambat.

"Harusnya itu juga bisa masuk di kerugian, termasuk dampak lingkungan," lanjut Bambang.

Sebelumnya, tiga orang telah divonis terkait ambruknya jembatan Kutai Kartanegara yang menewaskan 24 orang pada November 2011 lalu. Polri menilai ada dugaan korupsi dalam pemeliharaan jembatan ini.

"Ada dugaan korupsi dalam pemeliharaan Jembatan Kukar sejak 1995 yang terjadi selama 4 periode," kata Kabareskrim Komjen Sutarman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (9/7) lalu.

Tiga orang yang telah divonis ini adalah Kabag Departemen Engineering Bukaka M Syahriar yang divonis 1 tahun 8 bulan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pemkab Kukar H Setiono yang divonis 1 tahun dan kuasa pengguna anggaran Pemkab Kukar almarhum Yoyo Suriana, yang telah divonis 1 tahun.



(mok/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel