Jumat, 13/07/2012 18:50 WIB
Busyro: Tidak Tepat Sama Sekali Korupsi Rp 5 Juta Tak Dipenjara!
"Tidak tepat sama sekali. Saya melihat tidak tepat sehingga putusan percobaan tidak edukatif. Berapapun yang dikorup harus tetap dihukum," kata Busyro saat dihubungi wartawan, Jumat (13/7/2012).
Menurut Busyro, hukuman Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo dan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya terhadap Sekretaris Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur, Agus Siyadi, sudah tepat yaitu dihukum 1 tahun penjara.
"Putusan PN dan PT itu justru punya wajah hukum yang jelas. Mengapa justru harus dianulir oleh MA? Ini menjadi pertanyaan," papar mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini.
Hakim dalam putusan-putusannya harus mencerminkan sikap moral dalam memerangi korupsi. Hakim tidak boleh setengah-setengah dan bermoral plin-plan. "Kasus korupsi harus disikapi dengan sikap moral yang jelas, tidak boleh abu-abu," ungkap Busyro.
Agus adalah sekretaris desa dan penanggung jawab pengelolaan keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) yang mempergunakan dana ADD tidak sesuai peruntukannya sebesar Rp 5,795 juta. Sedangkan anggaran sebesar Rp 29,928 telah dipergunakan untuk pembangunan jalan paving di Dusun Mujahidin, Dusun Krajan dan Dusun Baiturrohman.
PN Probolinggo dan PT Surabaya mengganjar Agus Siyadi dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dan uang pengganti sebesar uang yang dikorupsi. Tidak terima, Budi pun kasasi dan dikabulkan.
"Menjatuhkan pidana selama 2 bulan. Pidana itu tidak usah dijalankan kecuali di kemudian hari selama 4 bulan berakhir apabila terdakwa dipersalahkan," demikian bunyi putusan yang diketok pada 25 Januari 2012 oleh majelis hakim Imron Anwari (ketua), Surachmin dan MS Lumme.
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
554 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
337 share this. -
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
279 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 15:10 WIB
Izin Tinggal Kedaluwarsa, 11 WN India Ditangkap di Batam
-
Rabu, 22/05/2013 15:04 WIB
PKB Coret 8 Calegnya yang Ganda
-
Rabu, 22/05/2013 14:58 WIB
Putra Syarief Hasan Mundur dari Daftar Bacaleg PD
-
Rabu, 22/05/2013 14:57 WIB
Kasus Dugaan Suap Pajak Master Steel
Cegah Suap, Kepala Kantor Pajak Jaktim Minta Penyidikan Direkam
-
Rabu, 22/05/2013 14:56 WIB
PKB Serahkan Berkas Perbaikan 560 Bakal Caleg ke KPU
-
Rabu, 22/05/2013 13:29 WIB
Ini Abdulrahman, Bocah SMP Heroik Penolong Korban Percobaan Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 13:05 WIB
6 Bisik-bisik Tetangga Ungkap Kisah Darin dan Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
Ahmad Zaky Muncul di Rumah Orangtuanya!
-
Rabu, 22/05/2013 14:05 WIB
Tukang Ojek: Dua Hari Lalu Zaky Pulang Tengah Malam Pakai Moge
-
Rabu, 22/05/2013 13:42 WIB
Hakim Bingung Luthfi Bisa Sering Panggil Sekretaris Mentan ke DPP PKS
-
Rabu, 22/05/2013 14:12 WIB
Fahri Hamzah Balik ke Komisi III, Tifatul: Ini Bukan untuk Melawan KPK
-
Rabu, 22/05/2013 13:26 WIB
Darin Mumtazah Sosok Pendiam di Sekolahnya
-
Rabu, 22/05/2013 12:23 WIB
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
-
360 Komentar
-
239 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
176 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 11:18 WIB
Ini Alasan FPKS Kembalikan Fahri Hamzah dan Nasir Jamil ke Komisi III DPR
-
Rabu, 22/05/2013 11:14 WIB
Pesan Jokowi Soal Miss World: Lebih Baik Tidak Berbikinilah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
