Jumat, 13/07/2012 18:07 WIB

Wow! Gunung di Maluku Tengah Runtuh Jadi Danau

M Hanafi Holle - detikNews
Ambon - Gunung Ulakhatu, yang terletak di kawasan pegunungan desa Negeri Lima, kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, runtuh. Reruntuhan ini terjadi di bagian timur Desa. Ribuan warga memilih mengungsi jauh dari daerah aliran sungai. Bahkan sebagian warga memilih untuk mengungsi ke kota Ambon.

"Ribuan warga yang tinggal di pesisir sungai sudah mengungsi jauh dari aliran sungai," kata Muhammad Don Assel (62), tetua adat desa Negeri Lima, kepada detikcom, via ponsel.

Kejadian ini, kata Muhammad Don, diketahui setelah mendengar bunyi keras pada, Jumat (13/7/2012) pagi tadi. Namun kejadian ini belum sempat dilaporkan kepada pemerintah setempat atau instansi terkait.

"Kami belum melaporkan hal ini. Mudah-mudahan dengan berita ini dapat diketahui oleh pemerintah dan instansi terkait untuk ditangani. Jangan sampai ada risiko besar yang akan terjadi," tuturnya.

Diungkapkan, karena kejadian ini, pemerintah desa dan warga setempat kini memilih waspada. "Kami waspada. Bahkan sebagian warga sudah mengecek keberadaan gunung yang runtuh itu," ujarnya.

Saat dicek, lanjut Muhammad, kondisi gunung mengalami patahan besar dan runtuh menutupi daerah aliran sungai Waiela. Sungai mengalami kekeringan. Padahal, saat ini hujan terus mengguyur.

Hal ini juga dibenarkan tokoh pemuda desa Negeri Lima, Muhammad Syafin Soulisa. "Saat ini warga teramat khawatir dengan kejadian ini. Kami minta pihak pemerintah segera menanggulangi, jangan sampai efek buruk akan terjadi," pinta Syafin.

Sehari sebelum kejadian, gempa tektonik mengguncang wilayah pulau Ambon dan Pulau Seram dengan kekuatan 5,6 SR. Gempa ini dirilis BMKG Maluku.

Sebelumnya, di kecamatan Leihitu, kejadian serupa terjadi di dusun Mamua tahun 2006 silam. Sebuah bukit runtuh dan berubah menjadi danau besar. Akibatnya air yang tertampung dalam danau 'ajaib' ini menjebol tanggul. Air bah pun terjadi. Ratusan rumah warga tersapu.

Bahkan di dusun ini, kejadian terjadi dua kali. Warga pun kini memilih mengungsi dan tidak lagi mendiami kawasan daerah aliran sungai.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(han/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%