detikcom
Jumat, 13/07/2012 16:09 WIB

Hiii...! Seorang Nenek Simpan Mayat Temannya Selama 2 Tahun

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (visualphotos.com)
Chicago, - Seorang nenek di Amerika Serikat (AS) menyimpan mayat temannya selama 2 tahun, di rumahnya. Hal ini dilakukan wanita berumur 72 tahun ini karena dia merasa kesepian tanpa teman baiknya itu. Duh!

Seperti diberitakan oleh news.com.au, Jumat (13/7/2012), wanita bernama Linda Chase ini mengakui dirinya sengaja membiarkan teman yang juga rekan serumahnya, Charles Zigler, terus duduk di kursi di ruang keluarga, meskipun dia telah meninggal. Menurut Linda, hal ini agar dirinya bisa terus mengobrol dengan teman baiknya tersebut.

Tidak hanya itu, Linda juga mengaku dirinya dan Charles yang telah meninggal ini, sering menonton acara balap NASCAR bersama. Hal ini dilakukannya selama 2 tahun tanpa ada satu pun orang yang mengetahuinya.

"Aku tidak ingin sendirian. Hanya dia lelaki yang selalu baik kepadaku. Jika Anda mengenal Charles, dia orang yang paling humoris di dunia," tutur Linda kepada Chicago Tribune.

Perbuatan aneh Linda ini akhirnya terbongkar oleh aparat setempat pada 6 Juli lalu. Saat itu, keluarga Charles menelepon polisi karena merasa sudah lama tak mendapat kabar dari Charles.

Saat mendatangi rumah yang ditinggali Charles dan Linda, aparat menemukan pria lanjut usia tersebut dalam keadaan tak bernyawa. Diyakini, Charles meninggal dunia saat perayaan Natal tahun 2010 lalu pada usia 68 tahun. Hasil pemeriksaan post-mortem terhadap jasadnya menunjukkan, Charles meninggal dunia secara alami.

"Dia tertidur dan tidak pernah bangun lagi," ucap Linda soal kematian teman baiknya tersebut.

Kepolisian setempat masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Mereka juga masih mempertimbangkan untuk menjeratkan dakwaan pidana terhadap Linda.


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(nvc/ita)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close