Jumat, 13/07/2012 15:55 WIB
PDIP Serahkan ke MK Soal Gugatan Pilgub DKI 2 Putaran
"PDIP belum ada agenda untuk melakukan gugatan ke MK terkait dengan hasil Pilkada DKI. Tapi kami menghargai jika ada anggota masyarakat melakukan judicial review jika ada hak konstitusional yang dilanggar," ujar Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah saat dihubungi, Jumat (13/7/2012).
Basarah menjelaskan, ada dua acuan Pilkada DKI namun penyelenggaraannya menggunakan UU Pemprov DKI. Padahal di daerah lain, Pilkada menggunakan UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah.
"Ada dua pendapat hukum dalam Pilkada DKI jakarta. Lex spesialis dan lex generalis. Saya kira MK pasti sangat mengetahui regulasi mana yang paling tepat digunakan untuk Pilkada DKI," tutur anggota Komisi III DPR ini.
"Stressing kita perjuangan sejak dulu. Jadi kalau ada semangat yang didasari perjuangan suara pemilih, kita akan dukung dan hargai," tambah Basarah.
Seperti diketahui, Ketiga warga yang mengajukan gugatan adalah warga Cipinang Asem, Jakarta Timur, bernama Abdul Havid Permana, warga Rawamangun, Jakarta Timur, bernama M Huda, dan warga Cilandak, Jakarta Selatan, bernama Satrio Fauzia Damardji. Pelaksanaan Pilgub 2 kali dinilai melanggar pasal 24A ayat 1, pasal 27 ayat 1 pasal 28D ayat 1, pasal 281 ayat 2 UUD 1945.
Padahal putaran kedua Pilgub, menurut pemohon hanya mengacu pada salah satu pasal dalam UU 29/2007 yaitu yang menyatakan apabila tidak tercapai 50 persen plus 1 maka dilakukan putaran kedua.
(fdn/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
1,905 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
557 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
373 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 20:46 WIB
2 Jenazah Korban Runtuhnya Tambang Freeport Tiba di Medan
-
Rabu, 22/05/2013 20:33 WIB
Sejak 2010, 11 Kali Alat Pemantau Gempa Gunung Tangkuban Parahu Dicuri
-
Rabu, 22/05/2013 20:31 WIB
Kasus Cebongan, KSAD Jamin Tak Ada Intervensi ke Pengadilan Militer
-
Rabu, 22/05/2013 19:58 WIB
Honda Jazz Terbakar, Jl Diponegoro Semarang Tersendat
-
Rabu, 22/05/2013 19:34 WIB
172 Penumpang 2 Gerbong KA Serayu yang Anjlok di Garut Selamat
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Polisi Tetapkan Wabup Bogor Tersangka Video Porno, Diperiksa Kamis Besok
-
Rabu, 22/05/2013 19:21 WIB
Kepsek: Siswa Berani Ambil Risiko Saat Selamatkan Korban Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 18:15 WIB
Ada Hubungan Apa Luthfi dan Darin Mumtazah? Ini Kata Dewan Syariah PKS
-
Rabu, 22/05/2013 19:05 WIB
Rumah Luthfi di Kebagusan Baru Berumur Sebulan
-
Rabu, 22/05/2013 18:36 WIB
Siswa SMP Heroik: Desa Saya Tak Boleh Jadi Tempat Perkosaan!
-
Rabu, 22/05/2013 19:13 WIB
Pensiun dari TNI, Jenderal Edhie Pramono Ingin Fokus ke Keluarga
-
Rabu, 22/05/2013 17:19 WIB
Aksinya Digagalkan 3 Siswa SMP, Pelaku Percobaan Perkosaan: Saya Khilaf
-
Rabu, 22/05/2013 18:57 WIB
Ahmad Zaky: Saya Mau Kooperatif dengan KPK
-
480 Komentar
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
216 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 15:40 WIB
Jenguk Anggota Kopassus Tersangka Kasus Cebongan, Warga Yogya Gelar Ritual
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
