detikcom
Jumat, 13/07/2012 15:40 WIB

Ikhwanul Muslimin Salahkan Kofi Annan Atas Pembantaian Warga Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Damaskus, - Kelompok Ikhwanul Muslimin Suriah menuding utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan ikut bertanggung jawab atas pembantaian terbaru yang terjadi di sebuah desa di Suriah. Disebutkan Ikhwanul, Presiden Suriah Bashar al-Assad bukan satu-satunya yang bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil tersebut.

Menurut Ikhwanul, selain Assad dan Annan, Rusia dan Iran selalu sekutu Suriah juga ikut bertanggung jawab karena berdiam diri atas konflik Suriah.

"Kami tidak menganggap monster Bashar yang satu-satunya bertanggung jawab atas kejahatan keji ini... namun juga Kofi Annan, Rusia dan Iran serta semua negara yang berpura-pura menjadi pembela perdamaian dan stabilitas di dunia namun tetap diam," demikian statemen Ikhwanul Muslimin seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (13/7/2012).

Sebelumnya diberitakan, tentara pemerintah Suriah kembali melakukan kekerasan yang menewaskan sekitar 200 orang di Provinsi Hama. Dalam kekerasan ini, tentara pro-rezim Assad disebut-sebut membombardir pemukiman warga dengan tank dan helikopter.

Seperti dilansir oleh AFP, Jumat (13/7/2012), informasi tersebut disampaikan oleh Organisasi Pemantau HAM Suriah dan juga oleh kepala kelompok pemberontak. Serangan tentara pemerintah tersebut terjadi pada Kamis (12/7) pagi, di desa Treimsa.

Kepala kelompok pemberontak, Abu Mohamad, menuturkan serangan pemerintah dengan menggunakan helikopter, tank dan peluncur roket tersebut menewaskan lebih dari 200 warga desa. Tentara pemerintah dengan dibantu para milisi pro-pemerintah membombardir kota Treimsa sejak Kamis pagi hingga malam.

Secara terpisah, pihak Organisasi Pemantau HAM Suriah menyebutkan sedikitnya baru 30 jasad yang berhasil diidentifikasi. Dipastikan jasad-jasad tersebut merupakan warga desa setempat yang menjadi korban pertempuran militer pemerintah dengan kelompok pemberontak.

Sedangkan seorang aktivis setempat yang menyebut dirinya Abu Ghazi, melaporkan bahwa jumlah korban jiwa banyak berasal dari pihak pemberontak dan warga desa. Menurutnya, tentara pemerintah nekat menembaki sebuah masjid yang menjadi tempat berlindung warga.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ita/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%