detikcom
Jumat, 13/07/2012 15:19 WIB

Selain Cari Pemilik Akun, Bareskrim Dalami Info yang Ditulis @TrioMacan2000

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Bareskrim Polri masih terus menyelidiki soal laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy. Hingga saat ini penyidik mengaku belum mengetahui siapa pemilik yang bersembuyi di balik akun @triomacan2000 itu.

Namun, selain menyelidiki pemilik, Bareskrim juga menyelidiki dugaan korupsi seperti yang dituduhkan @triomacan2000.

"Kita akan pelajari semuanya. Baik materi yang disampaikan maupun info itu," kata Sutarman, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Sutarman mengatakan, dirinya baru membaca laporan yang dilayangkan Marwan ke Bareskrim beberapa waktu lalu, terkait dugaan pencemaran nama baiknya yang dilontarkan oleh pemilik akun @triomacam2000.

"Saya kemarin baru membaca laporan dari beliau, baru sampai ke meja saya. Dan kemarin saya lakukan bedah untuk analisis tentang website itu. Inilah yang saya katakan kejahatan komputer, IT ini ke depan akan luar biasa," ujarnya.

Menurutnya, dalam dunia teknologi IT, orang bebas melakukan apa pun sesuai kehendak si pengguna, dari mulai mengunduh data hingga memaki-maki pihak lain dengan akun palsu. Oleh sebab itu, imbuhnya, pihaknya berhati-hati dalam menyelidiki kasus tersebut.

"Kita bisa mendownload apa pun dan kita bisa membuka website, kita bisa memaki-maki orang melalui media online, kalau kita berbicara masalah-masalah bukti konvensional kita akan ketinggalan," jelas jenderal polisi bintang tiga ini.

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa pemilik akun tersebut. Meski Marwan pernah menyebut pemilik akun tersebut adalah seorang pengacara, Sutarman mengatakan pihaknya masih mendalami pemilik akun itu.

"Kita baru mencari tahu, baru menganalisis. Kalau sudah teridentifikasi kita tangkap saja," jawabnya.


(ahy/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel