detikcom
Jumat, 13/07/2012 14:47 WIB

Toko Komputer di Makassar Disatroni Maling, 90 Laptop Raib

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Lince, pemilik toko, memperlihatkan etalase yang kosong karena isinya dikuras kawanan maling (m. nur abdurrahman/detikcom)
Makassar - Sebuah toko komputer di Jalan Abdullah Dg Sirua, Megarich Komputer, disatroni maling. Sebanyak 90 laptop, berhasil dibawa kabur oleh kawanan pencuri yang berjumlah sekitar 4 orang.

Dari rekaman CCTV, para pencuri tersebut beraksi dari pukul 04.27 sampai pukul 04.48 Wita. Pelaku menggunakan cadar dan hilir-mudik mengangkat laptop yang masih dalam kemasan boks. Mereka membobol pintu dengan mencongkel pintu besi dan menggunting rantai besi di pintu toko.

"Pelaku memilih laptop kualitas bagus yang diambil, seperti Fujitsu atau Toshiba, akibat peristiwa ini kerugian kami sekitar Rp 400 juta," ujar Lince saat ditemui detikcom di tokonya, Jumat dini hari tadi (13/7/2012).

Lince menyebutkan, ia pertama kali mengetahui tokonya dibobol maling, setelah pembantunya melapor sekitar pukul 06.00 Wita. Setelah itu, Ronni Wijaya, suami Lince, kemudian melaporkan peristiwa pencurian di tokonya ke Mapolsek Panakukang.

Selain di toko Megarich, toko komputer milik Lince lainnya, toko Unicorn di Jalan Veteran, sekitar dua minggu lalu juga sempat dicongkel pencuri. Namun, pencuri tidak berhasil membuka pintu toko.

Peristiwa pencurian juga sempat terjadi dua pekan silam, di toko Genius Computer, Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar. Pelaku berhasil menggondol puluhan laptop di toko ini.

(mna/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel