Jumat, 13/07/2012 14:42 WIB
Dikira Pesawat Mata-mata, Bangkok Airways Ditembaki Tentara Kamboja
Ilustrasi (Thinkstock)
"Militer Kamboja melepaskan tembakan karena ada pesawat penumpang Thailand -- Bangkok Airways -- yang tidak bisa mendarat di Bandara Siem Reap karena cuaca buruk. Pesawat tersebut salah dimengerti sebagai pesawat mata-mata oleh Kamboja," ujar wakil juru bicara Angkatan Bersenjata Thailand, Kolonel Sirichan Ngathong, seperti dilansir oleh Channel News Asia, Jumat (13/7/2012).
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden penembakan yang terjadi pada Kamis (12/7) waktu setempat ini.
Secara terpisah, tentara Kamboja yang berjaga-jaga di wilayah perbatasan kedua negara, memastikan bahwa pihaknya telah melepas tembakan ke arah sebuah pesawat. Menurut mereka, pesawat tersebut terbang berputar-putar di wilayah perbatasan yang menjadi lokasi bentrokan kedua negara tahun lalu.
"Saat itu langit sangat gelap, jadi kami tidak bisa melihat dengan jelas tipe pesawat tersebut. Tapi pesawat tersebut terus berputar-putar dan kemudian tentara kami melepas 18 kali tembakan dengan senapan mesin, tapi tembakan tersebut meleset karena pesawat tersebut terbang terlalu tinggi," terang Komandan Militer Kamboja, Seng Phearin.
"Kami pikir sebuah pesawat penumpang tidak mungkin terbang di sekitar wilayah perbatasan. Kami mencurigainya sebagai pesawat mata-mata, jadi kami melepas tembakan untuk mempertahankan wilayah udara kami," imbuhnya.
Sementara itu, pihak Bangkok Airways tidak bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan mengenai insiden ini.
Diketahui bahwa pada awal 2011 lalu, terjadi konflik bersenjata antara militer Kamboja dan Thailand di wilayah perbatasan terkait perebutan perbatasan. Namun pertikaian ini sedikit melunak sejak Perdana Menteri Yingluck Shinawatra memimpin Thailand.
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
540 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
461 share this. -
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
276 share this. -
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
221 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 09:43 WIB
Lubang Menganga Tewaskan 5 Orang di China
-
Rabu, 22/05/2013 06:02 WIB
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
-
Rabu, 22/05/2013 03:13 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
Rabu, 22/05/2013 01:45 WIB
2 Orang Tewas & 27 Cedera dalam Bentrokan Antar Kelompok di Lebanon
-
Selasa, 21/05/2013 20:01 WIB
Otoritas Saudi Hukum Pancung 5 Pria Yaman
-
Rabu, 22/05/2013 11:00 WIB
Cerita Satpam Soal Panggilan 'Papa' dari Darin ke Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 11:41 WIB
3 Siswa SMP yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan Sempat Mau Disuap Pelaku
-
Rabu, 22/05/2013 11:25 WIB
5 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi
-
Rabu, 22/05/2013 10:40 WIB
Ketika Jokowi Asli Merasa Tersaingi Reza 'Jokowi'
-
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 09:29 WIB
4 Cerita 'Hubungan Rahasia' Darin Mumtazah dan Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
-
Rabu, 22/05/2013 11:14 WIB
Ini Alasan FPKS Kembalikan Fahri Hamzah dan Nasir Jamil ke Komisi III DPR
-
360 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
-
Rabu, 22/05/2013 09:37 WIB
Lubang Menganga Tewaskan 5 Orang di China
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
