Detik.com News
Detik.com
Jumat, 13/07/2012 12:04 WIB

MA: Paksa Bank Century Bayar Kerugian Nasabah

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
MA: Paksa Bank Century Bayar Kerugian Nasabah Bank Mutiara (steven/detikcom)
Jakarta - Bank Century (sekarang PT Bank Mutiara) enggan melaksanakan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan pembayaran ganti rugi kepada 27 nasabah reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas (Antaboga). Menurut MA, Bank Century harus dipaksa untuk membayar Rp 35 miliar beserta denda kepada nasabah Bank Mutiara Cabang Surakarta tersebut.

"Kalau keputusan hukum itu sudah berkekuatan tetap, maka bisa dipaksa," kata juru bicara MA, Djoko Sarwoko saat ditemui wartawan usai acara pelantikan 10 Ketua Pengadilan Tinggi (PT) di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Penolakan pelaksanaan putusan kasasi ini diserukan oleh Bank Century dan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas). Bahkan Perbanas akan memberikan bantuan hukum dengan alasan bisa menjadi preseden buruk dan menimbulkan moral hazard. Namun menurut MA, hal tersebut wajar. Sebab setiap putusan akan menimbulkan pro dan kontra.

"Jadi setiap putusan hakim, sekali lagi saya katakan, tidak bisa memenuhi kemauan semua pihak yang tidak puas," ujar Djoko.

Dia mempersilakan bagi pihak yang tidak puas melakukan upaya hukum. Namun putusan kasasi ini telah berkekuatan hukum tetap dan sudah bisa dieksekusi. Terkait alasan Antaboga bukan produk Bank Century, MA menganggapnya itu permasalahan lain karena dalam Hukum Perlindungan Konsumen, Bank Century harus bertanggung jawab.

"Itu urusan lain. Kalau sudah berkekuatan hukum tetap, bisa dipaksa," tandas Djoko.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, pada 13 Desember 2010 mengabulkan gugatan perdata yang diajukan 27 nasabah reksanada PT Antaboga Delta Sekuritas terhadap Bank Century (Bank Mutiara). Hakim menilai Bank Century melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%