Jumat, 13/07/2012 10:13 WIB
Kisah Hakim Yusran yang Diancam Ditembak Usai Memutus Perkara
Yusran mengaku pernah mengalami ancaman pembunuhan karena memutuskan sebuah perkara. Kejadian ini dialami Yusran saat dia bertugas di Karawang, Jawa Barat.
"Mungkin keluarga berperkara ada yang tidak puas, dia mengancam mau menembak dan mengaku dari satuan elite militer," kata Yusran saat berbincang dengan detikcom, Jum'at (13/07/2012).
Menurutnya ancaman seperti itu merupakan risiko yang harus diterima sebagai seorang hakim. Hakim harus siap menanggung risiko dari putusan yang dibuatnya. Bagi Yusran ancaman merupakan hal yang sudah biasa bagi dirinya.
"Saya anggap itu gertakan sajalah," ujar pria kelahiran 9 Agustus 1956 ini.
Saat ditanya perihal gaji yang diterima, Yusran hanya tertawa. Dia bersyukur masih mendapat gaji dari negara. "Boleh dikatakan cukup, boleh tidak. Bersyukurlah karena masih banyak orang yang di bawah kita," kata Yusran yang telah mengabdi sebagai 'wakil Tuhan' lebih dari 20 tahun ini.
Menanggapi rekan sesama hakim yang memperjuangan kesejahteraan mereka, Yusran tidak terlalu banyak berkomentar. Dia berharap pemerintah bersedia mengabulkan tuntutan para hakim agar meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Kalau berhasil tuntutan kesejahteraan hakim ya, alhamdulillah. Saya berdoa dalam hati semoga tuntutannya dikabulkan," ungkap Yusran penuh harap.
Yusran tidak mengeluh dengan kondisi saat ini. Menurutnya asal masih bisa makan dan sehat itu sudah cukup. "Asal bisa makan yah Alhamdulillah," kata Yusran sambil tersenyum.
Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Gempa 5,2 SR Terjadi di Pacitan
1,551 share this. -
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
754 share this. -
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
593 share this. -
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
532 share this. -
KPAI: Jangan Terjebak Gedung 'Wah', Pentingkan Kurikulum
529 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 26/05/2013 13:48 WIB
Pilgub Jateng
Quick Count Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo Unggul Sementara
-
Minggu, 26/05/2013 13:40 WIB
Hasil Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Bali, Jago PDIP Kalah
-
Minggu, 26/05/2013 13:28 WIB
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tak Puas dengan Reformasi
-
Minggu, 26/05/2013 13:23 WIB
Pelaku Pelecehan di Konser The Virgin: Resleting Celana Saya Rusak
-
Minggu, 26/05/2013 13:14 WIB
Masuk Dalam DPT, Jokowi Tak Nyoblos di Pilgub Jateng
-
Minggu, 26/05/2013 12:33 WIB
Ibu Muda Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Nonton Konser The Virgin
-
Minggu, 26/05/2013 12:00 WIB
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
-
Minggu, 26/05/2013 12:21 WIB
Meski Dikritik, Partai Demokrat DKI akan Tetap Interpelasi Jokowi
-
Minggu, 26/05/2013 13:17 WIB
Pelaku Pelecehan di Konser The Virgin: Resleting Celana Saya Rusak
-
Minggu, 26/05/2013 12:54 WIB
Mabuk, Pengemudi Mercy Sempat Menolak Dibawa ke Kantor Polisi
-
Minggu, 26/05/2013 11:21 WIB
Pengemudi Mercy yang Rusak Mobil Sendiri Minta Diperbolehkan Pulang
-
Minggu, 26/05/2013 11:32 WIB
FPG DPRD DKI: Soal KJS Diputuskan Senin, untuk Apa Interpelasi Jokowi?
-
Minggu, 26/05/2013 10:15 WIB
Kondisi Kaca Retak, Ini Dia Mobil Mercy yang Dirusak Pemiliknya Sendiri
-
546 Komentar
-
265 Komentar
-
209 Komentar
-
207 Komentar
-
188 Komentar
-
156 Komentar
-
138 Komentar
-
131 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Minggu, 26/05/2013 06:41 WIB
Tak Bisa Nyoblos, Ganjar Pranowo Antar Ayah ke TPS
-
Minggu, 26/05/2013 06:16 WIB
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
