detikcom
Jumat, 13/07/2012 08:32 WIB

Sri Mulyani Sowan ke SBY

Luhur Hertanto - detikNews
Foto: World Bank
Jakarta - Beberapa hari terakhir Sri Mulyani berada di Indonesia untuk agenda kunjungan kerjanya. Siang ini managing director Bank Dunia itu akan menemui mantan atasannya semasa bertugas sebagai Menkeu RI, Presiden SBY.

Menurut jadwal, Presiden SBY menerima Sri Mulyani yang akan datang bersama delegasi Bank Dunia pada pukul 10.30 WIB, Jumat (13/7/2012). Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.

"Antara lain bahas perekonomian global, termasuk perkembangan terakhir krisis ekonomi di Eropa," ujar Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, tentang agenda pertemuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulyani bersama sejumlah pejabat Bank Dunia beberapa yang hari lalu mengikuti KTT Selatan Selatan di Bali. Setelah itu ke Jakarta menemui tim ekonomi KIB II membahas kebijakan Indonesia menanggulangi dampak buruk dari krisis utang di Eropa.

"Negara di ASEAN sangat tahan krisis karena mereka masih punya kemampuan manuver dari ruang kebijakannya dari sisi fiskal dan moneter. Itu penting," ujar Sri Mulyani.

Agenda serupa juga jadi bahasan Presiden SBY dengan Direktur IMF Christian Lagarde. Sesaat setelah pertemuan tiga hari lalu itu, diumumkan Bank Indonesia akan membeli surat berharga IMF senilai USD 1 milyar.

Bersama bantuan modal serupa dari negara lain anggota G20, dana itu akan IMF gunakan buat menangani krisis utang Eropa. Namun demikian Indonesia minta agar krisis di negara-negara Afrika dan Asia tidak IMF abaikan.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(lh/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%