detikcom
Jumat, 13/07/2012 01:16 WIB

Curi Tabung Gas 3 Kg, Pemuda di Sukabumi Babak Belur Dihajar Massa

Ahmad Fikri Ferdinand - detikNews
Foto: Fikri/detikcom
Jakarta - Berdalih terdesak kebutuhan ekonomi, seorang pemuda di Sukabumi, Jabar, nekat mencuri tabung gas 3 Kg. Ia kepergok, lalu dihakimi massa hingga babak belur sebelum diserahkan ke polisi.

Sebuah agen tabung gas di desa Cibatu, kecamatan Ciaat, Sukabumi, mendadak ramai, Kamis (12/7/2012) sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang pemuda dihajar massa. Obyek amukan itu tak lain adalah seorang pemuda yang ketahuan mencuri tabung.

Informasi di lokasi, pemuda yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, menenteng dua buah tabung gas. Warga yang memergoki langsung berteriak," Maling!" Pemuda berumur 20-an tahun itu sempat bersembunyi di halaman tapi akhirnya ketahuan.

Warga yang kesal karena belakangan sering terjadi pencurian, menghajarnya tanpa ampun. Setelah babak belur, pemuda tersebut diserahkan ke polisi.

Ketua RT setempat, Adin Saefudin menyatakan, seminggu sebelumnya, warga kehilangan sebuah sepeda motor. Warga resah. Kemudian saat memergoki pemuda mencuri tabung, mereka langsung menghajarnya.

"Meski belum tentu dia yang nyuri motor, warga kesal. Makanya mereka langsung bertindak," kata Adin kepada detikcom.

Saat ini pemuda tersebut telah diamankan aparat Polsek Cisaat. Dia digelandang menuju Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan sekaligus menghindari amuk massa.

(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel