Jumat, 13/07/2012 01:01 WIB

PPP: Pilgub DKI Bukan Proyeksi Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - PPP tak sepakat jika kegagalan di Pilgub DKI disamakan dengan kegagalan di Pemilu 2014 yang akan datang. PPP menilai Pilgub DKI hanya sebagai pesta kecil demokrasi di Tanah Air.

"Pilkada DKI adalah soal prestise, bukan soal proyeksi 2014. Adalah tidak rasional menggunakan DKI yang hanya meliputi 7 juta pemilih dan 6 Dati II, sebagai barometer pileg atau pilpres yang meliputi 491 kab/kota dan 174 juta pemilih," kata Sekjen PPP, M Romahurmuziy, kepada detikcom, Jumat (13/7/2012).

Diakui Romi-demikian disapa, kemenangan Jokowi-Ahok dalam quick count Pilgub DKI adalah kemenangan konsep. Dalam arti tim sukses cagub dan cawagub DKI lain tak optimal mempersiapkan Pilgub.

"Kemenangan Jokowi-Ahok adalah keberhasilan sementara dalam mengelola kegagalan konsep pasangan calon lainnya. Baik pengelolaan lapangan maupun pengelolaan kemasan, dimana pasangan ini mampu membawakan diri sebagai calon underdog yang lahir dari rakyat," ungkap Romi.

Namun demikian, situasi bisa saja berubah pada putaran kedua. Karena parpol akan lebih serius belajar dari kegagalan di putaran pertama.

"Pada putaran kedua, belum tentu hal ini berlanjut. Karena pada putaran kedua semua parpol akan lebih serius dan pola dukungannya tidal lagi bersifat taktis, melainkan ideologis," pungkasnya.

(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    63%
    Kontra
    37%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel