detikcom
Kamis, 12/07/2012 22:04 WIB

Syafii Maarif: Warga Jakarta Semakin Kritis Ingin Perubahan

Silvanus Alvin - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif angkat bicara soal Pilgub DKI Jakarta yang kemungkinan besar akan berlangsung dua putaran. Menurut Syafii Maarif, warga Jakarta semakin kritis.

"Orang Jakarta semakin kritis ingin perubahan. Demokrasi seperti ini bagus. Bisa ditularkan ke daerah lain," ungkap Syafii Maarif di sela-sela acara 'Mengenang Kang Moeslim' di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).

Syafii Maarif lalu merespon kemenangan Jokowi-Ahok dalam quick count putaran pertama Pilgub DKI Jakarta. Menurutnya cukup mencenggangkan dimana Jokowi-Ahok bisa mengungguli pasangan Hidayat-Didik yang didukung PKS dan PAN.

Padahal pada Pilgub DKI sebelumnya, PKS yang maju sendirian dengan Adang Daradjatun bisa mengimbangi Fauzi Bowo beda tipis. Namun menurutnya, Pilgub DKI sebenarnya bukan soal partai, tapi soal tokoh.

"Hidayat Nur Wahid Ini kan tokoh, bukan partai," ungkap Adang.

Dia juga menuturkan bahwa kemenangan Jokowi-Ahok kemarin bukan karena mereka didukung PDIP dan Gerindra. Tapi murni karena ketokohannya yang kuat.
"Tidak ada hubungannya dengan partai itu hanya kendaraan," tambahnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(van/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%