detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/07/2012 20:41 WIB

Ratu Ekstasi dari LP Tanjung Gusta Divonis 10 Tahun Penjara

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan mengganjar hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar untuk Anly Yusuf alias Mamie. Vonis ini lebih tinggi dua tahun dibanding tuntutan jaksa.

Dalam sidang yang berlangsung Kamis (12/7/2012) majelis hakim yang dipimpin Dahlan Sinaga, disebutkan perempuan berusia 48 tahun ini dinyatakan bersalah dalam kasus narkotika. Dia bertanggung jawab atas pengendalian narkotika dari dalam LP.

Tindakan itu melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Narkotika. Atas pertimbangan itu, dalam sidang sebelumnya jaksa mengajukan tuntutan 8 tahun penjara untuk terdakwa.

Kendati dituntut 8 tahun, namun mempertimbangkan beberapa hal, majelis hakim akhirnya menjatuh vonis 10 tahun kepada terdakwa. Vonis kurungan badan yang diberikan hakim dalam sidang hari ini, sama dengan vonis yang diterimanya dalam kasus serupa. Saat ini Anly sedang menjalani hukuman 10 tahun juga dalam kasus narkoba.

“Hal memberatkan, terdakwa sama sekali tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia,” kata hakim.

Terkait putusan ini, Jaksa Yuni Tri Sagala menyatakan pikir-pikir, sedangkan Mami enggan memberikan keterangan.

Anly Yusuf ditangkap dari LP Tanjung Gusta pada 20 Desember 2011 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. Dari dalam selnya ditemukan sejumlah bukti termasuk uang dan handphone yang menguatkan dugaan dia mengendalikan peredaran narkortika dari dalam penjara.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rul/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close