Kamis, 12/07/2012 14:44 WIB

Anggota Wanbin PD: Pilgub DKI Sulit Diprediksi

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) yang diusung partai Demokrat, terpaksa menelan pil pahit. Sebab di luar dugaan, berdasarkan hasil dari penghitungan cepat (quick count) kemarin, Foke-Nara berada di urutan kedua setelah Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Menurut anggota Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan, proses pilgub DKI ini tidak bisa diprediksi. Lantaran masyarakat Jakarta saat ini terdiri dari kaum inteketual yang lebih rasional dalam memilih.

"Jakarta ini tidak bisa diprediksi. Prediksinya semua bisa meleset. Tadinya orang berpikir incumbent bisa di atas, Alex dari Golkar juga bisa di atas, ternyata Pak Jokowi di atas. Jadi di sini kemajuan intelektual dipakai. Orang memilih itu betul-betul dipilih orangnya," jelas Mangindaan saat melakukan tinjauan ke jalur Pantura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/7/2012).

Dia juga mengatakan, mungkin saat ini warga Jakarta ingin mencari sosok pemimpin yang lebih sederhana. "Masyarakat Jakarta kadar intelektualnya lebih tinggi. Mungkin orang mikir, lebih baik kita cari yang baru saja, cari yang lebih sederhana," ujarnya.

"Jadi untuk Pilkada Jakarta untuk saat ini saya belum bisa berkomentar banyak," ungkapnya.

Seperti diketahui, tahapan pencoblosan dalam pemilukada DKI 2012, telah dilaksanakan. Dari hasil quick count, Jokowi-Ahok memperoleh suara terbanyak, namun sayang tidak sampai menyentuh angka 50%. Sedangkan Foke-Nara menempatai urutan kedua. Hidayat-Didik di posisi ketiga. Faisal Basri-Biem Benyamin di posisi empat. Alex Noerdin-Nono Sampono di posisi lima dan Hendarji-Ahmad Riza berada di posisi paling akhir. Akibatnya, hampir dipastikan bahwa Pemilukada DKI 2012 ini terjadi dalam 2 putaran.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%