detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/07/2012 14:44 WIB

Anggota Wanbin PD: Pilgub DKI Sulit Diprediksi

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) yang diusung partai Demokrat, terpaksa menelan pil pahit. Sebab di luar dugaan, berdasarkan hasil dari penghitungan cepat (quick count) kemarin, Foke-Nara berada di urutan kedua setelah Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Menurut anggota Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan, proses pilgub DKI ini tidak bisa diprediksi. Lantaran masyarakat Jakarta saat ini terdiri dari kaum inteketual yang lebih rasional dalam memilih.

"Jakarta ini tidak bisa diprediksi. Prediksinya semua bisa meleset. Tadinya orang berpikir incumbent bisa di atas, Alex dari Golkar juga bisa di atas, ternyata Pak Jokowi di atas. Jadi di sini kemajuan intelektual dipakai. Orang memilih itu betul-betul dipilih orangnya," jelas Mangindaan saat melakukan tinjauan ke jalur Pantura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/7/2012).

Dia juga mengatakan, mungkin saat ini warga Jakarta ingin mencari sosok pemimpin yang lebih sederhana. "Masyarakat Jakarta kadar intelektualnya lebih tinggi. Mungkin orang mikir, lebih baik kita cari yang baru saja, cari yang lebih sederhana," ujarnya.

"Jadi untuk Pilkada Jakarta untuk saat ini saya belum bisa berkomentar banyak," ungkapnya.

Seperti diketahui, tahapan pencoblosan dalam pemilukada DKI 2012, telah dilaksanakan. Dari hasil quick count, Jokowi-Ahok memperoleh suara terbanyak, namun sayang tidak sampai menyentuh angka 50%. Sedangkan Foke-Nara menempatai urutan kedua. Hidayat-Didik di posisi ketiga. Faisal Basri-Biem Benyamin di posisi empat. Alex Noerdin-Nono Sampono di posisi lima dan Hendarji-Ahmad Riza berada di posisi paling akhir. Akibatnya, hampir dipastikan bahwa Pemilukada DKI 2012 ini terjadi dalam 2 putaran.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rmd/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%