detikcom
Kamis, 12/07/2012 12:02 WIB

Gerindra Tak Khawatir Popularitas Jokowi Saingi Prabowo

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI 2012 berdasarkan hasil quick count mengejutkan banyak pihak. Bahkan dengan popularitasnya saat ini, Jokowi disebut layak maju dalam pilpres 2014. Meski demikian, Gerindra tak khawatir popularitas Jokowi menyaingi Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto.

"Oh tidak, tidak ada kekhawatiran," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2012).

Menurut Martin, PDIP sebagai partai yang menaungi Jokowi, dan Gerindra memiliki visi yang sama. Oleh karenanya, dia menilai tidak ada kekhawatiran Jokowi akan bersaing dengan Prabowo di masa depan.

"Kalau itu untuk kepentingan bangsa kenapa tidak," ujarnya.

Lebih jauh, Martin menilai kemenangan Jokowi yang diusung oleh PDIP dan Gerindra bisa menjadi gambaran peta politik di 2014. Dia meyakini koalisi PDIP dan Gerindra akan berlanjut.

"Saya kira ini akan jadi awal yang baik. Koalisi PDIP dan Gerindra akan berlanjut," imbuhnya.

(trq/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel