detikcom
Kamis, 12/07/2012 10:31 WIB

Warga di Pulau Buru Bentrok Gara-gara Emas, 2 Tewas & 3 Luka Berat

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Bentrokan antar warga kembali terjadi. Kali ini terjadi di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsaid, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku. Akibatnya 2 orang tewas dan 3 orang lainnya terluka.

"Akibat perkelahian itu jatuh korban. 2 Meninggal dan 3 luka berat," kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae saat dihubungi detikcom, Kamis (12/7/2012).

Johanis mengatakan bentrokan ini terjadi antara warga pendatang dan warga asli di Pulau Buru tersebut terjadi pada Rabu (11/7) sore. Warga pendatang melakukan penggalian emas di kawasan Gunung Botak tersebut.

"Di situ ada Gunung Botak menyimpan emas. Akibat penggalian emas itu menyulut terjadinya konflik. Ya namanya itu buat cari hidup, akibatnya terjadi perkelahian dengan warga pendatang," jelasnya.

2 Orang yang tewas merupakan warga pendatang. Sementara 3 orang yang luka dari pendatang dan warga asli.

Menurut Johanis, bukan kali pertama konflik terjadi di kawasan Gunung Botak tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, polisi sudah melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Sementara itu, korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Namlea.

"Kapolres sudah ke lokasi. Situasi sekarang sudah aman," ungkapnya.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(gus/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%