Detik.com News
Detik.com

Kamis, 12/07/2012 10:18 WIB

PD: PDIP Bisa Pasangkan Jokowi-Puan untuk Pilpres

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
PD: PDIP Bisa Pasangkan Jokowi-Puan untuk Pilpres
Jakarta - Partai Demokrat melihat kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam quick count Pilgub DKI adalah fakta menarik. PDIP dinilai bisa memasangkan Jokowi-Puan dalam Pilpres 2014.

"Dalam situasi "Jokowi menang Pilgub", 1000 persen dia pasti lebih disukai publik ketimbang Megawati yang lelah. Eksperimen politik menarik PDIP ajukan Jokowi-Puan," kata Wasekjen PD, Ramadhan Pohan kepada detikcom, Kamis (12/7/2012).

Namun langkah tersebut tidak mudah. Apalagi jika benar ada perjanjian PDIP dengan Gerindra di pilpres mendatang.

"Cuma masalahnya, PDIP 2009 lalu katanya sudah punya deal/komitmen dengan Prabowo yang diakui teman-teman Gerindra, bahwa di Pilpres 2014 gantian Prabowo didukung PDIP," ungkap Ramadhan.

Namun menurut Ramadhan, Jokowi masih lebih kuat dari Prabowo. Jelas analisa Ramadhan tak mudah direalisasikan, tergantung sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Tapi, Prabowo-Puan, berat lah dibandingkan Jokowi-Puan,"nilainya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%