Kamis, 12/07/2012 08:58 WIB
Foto Eksekusi oleh Tentara Belanda Diduga Peristiwa Westerling di Sulsel
"Pembantaian yang dilakukan tentara Belanda yang terbesar itu dilakukan pada tahun 1946, yaitu ketika Belanda meledakkan kereta api di Kerobokan, Jawa Tengah, dan pembantaian yang dilakukan Kapten Westerling antara tahun 1946-1947 di Sulawesi Selatan," kata Anhar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (11/7/2012).
Dalam peristiwa peledakan kereta api, sedikitnya 200 jiwa melayang. Sementara dalam tragedi di Sulawesi Selatan di mana tentara Belanda berupaya membuat teror pada masyarakat yang menentang pendirian Indonesia Timur, sebanyak 10 ribu orang lebih tewas dibantai. Meski di tahun 1946-1950 Belanda melakukan kejahatan HAM hampir di seluruh wilayah Indonesia.
"Dan Westerling mengakui itu dalam catatannya. Dia membunuh sekitar 2 ribu orang dan dia sendiri mengakui menembak 600 orang, namun hanya catatan saja dan tidak ada bukti visual yang menguatkan catatan tersebut," jelas Anhar.
Kejahatan yang dilakukan Westerling itu adalah dengan cara membawa pasukan dari desa ke desa dengan berjalan kaki, dari Sulawesi bagian selatan ke Sulawesi bagian utara (sekarang Sulselbar). Di tiap desa yang disinggahi, pasukan Westerling mengumpulkan setiap warga.
"Mereka diminta untuk menggali sendiri lubang dan kemudian ditanyai di mana pemimpin pasukan pemberontak. Bila tidak dijawab maka mereka akan ditembak dan masuk ke lubang yang telah digalinya itu," kata Anhar.
"Oleh karena itu, bila foto yang demikian itu menggambarkan seperti itu, bisa jadi itu adalah kejahatan yang dilakukan Belanda di Sulawesi Selatan," imbuhnya.
Meski itu termasuk pada kejahatan HAM, namum pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat banyak, sama halnya seperti tragedi Rawagede. Anhar menjelaskan pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia pada tahun 1950, akan membuat pengadilan Belanda memberikan pertimbangan bila peristiwa yang terjadi tahun 1945-1950 tersebut terjadi di dalam wilayah Kerajaan Belanda.
"Akibatnya masyarakat hanya akan mendapatkan kompensasi saja," ujar Anhar seraya menambahkan hingga saat ini Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia tahun 1950.
Temuan foto tersebut, imbuh Anhar, diharapkan dapat menjadi bukti otentik terkait aksi pelanggaran HAM yang dilakukan Belanda kepada warga Indonesia. Anhar sendiri sudah dihubungi oleh peneliti dari Belanda untuk membicarakan foto yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan ahli sejarah di Belanda.
Sebelumnya diberitakan, untuk pertama kali dalam sejarah muncul foto-foto eksekusi yang dilakukan oleh militer Belanda selama tindakan agresi di Indonesia. Foto-foto tersebut berasal dari album pribadi Jacobus R. yang merupakan seorang prajurit Belanda.
Dalam foto itu terlihat likuidasi tiga orang Indonesia. Mereka berdiri membelakangi peleton tembak di tepi sebuah parit pada saat mereka mulai ditembaki. Dengan kata lain mereka ditembak mati dari arah belakang.
Parit tersebut, seperti terlihat pada foto kedua, penuh dengan mayat orang-orang Indonesia yang telah lebih dulu dieksekusi. Sementara di tepi parit berdiri dua tentara Belanda, dikenali dari seragam mereka.
Para ahli dari Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie/NIOD (Lembaga Dokumentasi Sejarah Belanda) dan Nederlandse Instituut voor Militaire Historie/NIMH (Lembaga Sejarah Militer Belanda) mengatakan bahwa foto-foto tersebut belum pernah terlihat sebelumnya.
"Itu bukan foto-foto biasa dan pastinya tidak setiap tentara Belanda membawa pulang foto-foto seperti ini ke rumah," ujar pegawai NIMH kepada De Volkskrant (10/7/2012).
Demikian juga pada NIOD foto-foto sejenis itu belum pernah ada. "Kami mempunyai banyak album di sini. Kami menunggu suatu saat muncul foto-foto seperti itu dan inilah saatnya. Saya sendiri sebelumnya belum pernah melihatnya," cetus Rene Kok, peneliti foto pada NIOD.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(ahy/nvt)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Rieke: BBM Naik, Upah Buruh Juga Harus Naik 30 Persen
1,457 share this. -
Polisi Amankan 30 Pendemo Anarkis di Medan
773 share this. -
Pengacara Australia Belajar Islam di Indonesia
735 share this. -
Membangkang dari Koalisi, PKS Seharusnya Malu dan Tarik Tifatul Cs
728 share this. -
PKS Tolak Kenaikan BBM, PD: SBY Mestinya Copot Tifatul Cs
713 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 18/06/2013 13:04 WIB
Ini 5 Modus Pencurian Bagasi di Bandara yang Terkuak
-
Selasa, 18/06/2013 12:45 WIB
AP II: Tas Beresleting Mudah Dibuka Hanya dengan Paku Kecil
-
Selasa, 18/06/2013 12:35 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
Selasa, 18/06/2013 12:32 WIB
Menteri PKS Salurkan Balsem, Fahri: Kalau Kami Untung, Kami Dukung
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Ini 3 Program Kompensasi Kenaikan Harga BBM untuk Si Miskin
-
Selasa, 18/06/2013 11:35 WIB
Ini Wujud Restoran yang Berantakan karena Dirusak Mahasiswa Anti BBM Naik
-
Selasa, 18/06/2013 10:41 WIB
5 Aksi Jokowi-Ahok Taklukkan Rob Ancol
-
Selasa, 18/06/2013 12:23 WIB
Prananda Prabowo: Biarlah Waktu yang Berbicara
-
Selasa, 18/06/2013 12:05 WIB
Haji Darip dari Klender, Tokoh Betawi yang Bikin Belanda Keder
-
Selasa, 18/06/2013 11:47 WIB
Saran Penumpang Pesawat: Jangan Taruh Barang Berharga di Bagasi!
-
Selasa, 18/06/2013 11:54 WIB
Gubernur NTB Talak Istrinya ke Pengadilan Agama Jaksel
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
Selasa, 18/06/2013 12:02 WIB
Golkar: Beranikah SBY Copot Menteri PKS?
-
523 Komentar
-
422 Komentar
-
363 Komentar
-
280 Komentar
-
220 Komentar
-
213 Komentar
-
206 Komentar
-
194 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 10:25 WIB
Demokrat Dukung Rencana Jokowi Batasi Jam Kelab Malam
-
Selasa, 18/06/2013 09:44 WIB
Mafia Pencongkel Tas di Bagasi Bandara Soekarno-Hatta Harus Dibekuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)





_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

