Kamis, 12/07/2012 06:56 WIB

Kalah Telak di Pilgub DKI, Ke Pasangan Mana Partai Golkar Merapat?

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Pasangan yang diusung Partai Golkar, Alex Noerdin dan Nono Sampono kalah telak di Pilgub DKI Jakarta. Kini, yang menarik untuk disimak adalah dukungan di putaran kedua. Ke pasangan mana Golkar merapat?

Dua pasangan yang kemungkinan besar lolos ke putaran kedua adalah Jokowi-Basuki dan Foke-Nara. Sempa beredar kabar, pasangan-pasangan yang kalah bakal bersatu untuk melawan incumbent Foke-Nara.

Dikonfirmasi soal ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengaku partainya belum membuat keputusan. Semua masih dalam tahap pembicaraan.

"Belum ada keputusannya, apakah ke Jokowi atau ke Foke," kata Agung saat berbincang lewat telepon, Kamis (11/7/2012).

Menurut Agung, apa pun keputusan Partai Beringin soal koalisi di putaran kedua pasti mempunyai alasan strategis tersendiri. Dia juga membantah sudah ada kesepakatan untuk melawan Foke-Nara.

"Ada isu-isu di luar, kalau kalah kita akan melawan incumbent. Saya katakan itu belum pasti," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Agung juga sempat menyampaikan evaluasi pribadi soal kekalahan Alex-Nono di Pilgub DKI. Menurut mantan ketua DPR ini, hal itu disebabkan karena belum dikenalnya sang tokoh di masyarakat.

"Kalau pemilihan kepala daerah lebih kepada figur. Bukan otomatis partai. Figurnya ini mungkin karena belum dikenal luas, atau sosialisasi yang belum gencar," jelasnya.

"Tapi saya tetap ucapkan selamat, untuk Jokowi-Basuki dan Foke-Nara. Kita apresiasi kemenangan ini," sambungnya.

(mad/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel