detikcom
Kamis, 12/07/2012 04:54 WIB

Golkar: Kekalahan Alex Noerdin Tidak Akan Sama Untuk Ical

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Jago Partai Golkar di Pilgub DKI Alex-Nono kalah cukup telak dalam perolehan suara sementara. Apakah hasil ini bisa jadi gambaran suara Golkar dan Aburizal Bakrie sebagai capres dalam pemilu 2014 mendatang?

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, hasil di Pilgub DKI tidak bisa serta merta jadi peta kekuatan Golkar pada 2014. Terlebih lagi untuk sang ketum Aburizal Bakrie yang sudah mendeklarasikan diri sebagai capres.

"Nggak bisa otomatis begitu. Lain lagi nanti kepada Pak Ical. Tidak otomatis sama," kata Agung saat berbincang via telepon, Rabu (11/7/2012).

Menurut Agung, Ical selalu menempati rangking cukup baik dalam beberapa survei capres selama ini. Bila mesin partai bekerja maksimal, Menko Kesra ini yakin nasib Ical tak akan sama dengan Alex.

"Lebih-lebih kalau dipandu dengan kemampuan pengelolaan kampanye oleh tim sukses. Ini menjadi pelajaran juga," terangnya.

Diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono mendapat suara yang cukup minim. Mereka kalah oleh pasangan Jokowi-Basuki, Foke-Nara, dan Faisal-Biem.

Alex sendiri sudah mengakui ini adalah kekalahan telak. Meski begitu, pihaknya tetap legowo dan memberi selamat pada pasangan pemenang.

(mad/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel