Kamis, 12/07/2012 03:51 WIB

Pengamat: Sikap 'Menyerang' Foke dalam Kampanye Jadi Senjata Makan Tuan

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Beberapa lembaga survei mencatat kemenangan sementara kepada pasangan Calon Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pemilukada 2012. Pengamat Politik Andrinof Chaniago menilai, kemenangan sementara yang diperoleh pasangan nomor tiga itu sebagai buah dari serangan agresif calon gubernur dan wakilnya, Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara).

"Ini merupakan sebuah bentuk hukum sosial, dimana yang satu pihak menggunakan cara agresif menyerang dalam kampanye namun kemudian serangan tersebut berbalik memukul sendiri. Hemat saya ini adalah senjata makan tuan," kata Andrinof saat berbincang dengan detikcom, Rabu (11/7/2012).

Pengamatan Andrinof, dalam perjalanan kampanyenya, pasangan incumbent terus mengecilkan peran pasangan Jokowi-Ahok. Bukan hanya itu, dalam kampanye putaran akhir pasangan tersebut, kata Andrinof, mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya disampaikan oleh seorang calon pemimpin.

"Banyak kata-kata yang tidak pantas diucapkan seorang pemimpin, dan itulah yang membuat serangan berbalik," jelasnya.

Namun, dari serangan-serangan itu publik mulai tergerak untuk mengetahui sosok yang diserang tersebut.

Menurutnya, Jokowi berhasil menarik simpati publik dengan kredibilitas yang telah dilakukannya. Dia mencontohkan Jokowi yang berhasil memimpin Kota Solo dengan anggaran yang terbatas, seperti pembangunan 14 pasar tradional selama kepemimpinannya.

Padahal, imbuhnya, sebelum memimpin sebuah pemerintahan kota Jokowi tidak memiliki dasar sama sekali memimpin pemerintahan. Ini berbeda dengan beberapa calon lainnya yang sudah banyak makan asam garam di kursi birokrasi.

"Intinya adalah soal kepemimpinan, kecerdasan, kepribadian, dan tidak ketinggalan adalah kecerdasan emosional," jelasnya.




(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel