detikcom
Kamis, 12/07/2012 01:18 WIB

Bom Bunuh Diri Meledak di Akademi Kepolisian Yaman, 22 Orang Tewas

Andri Haryanto - detikNews
Sanaa - Bom bunuh diri meledak di luar Akademi Kepolisian di Ibu Kota Yaman, Sanaa, Rabu (11/7/2012). Sebanyak 22 orang tewas akibat aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Al Qaeda.

Seorang polisi Fadel Ali seperti dikutip Reuters, Kamis (12/7/2012) menceritakan, saat peristiwa tersebut terjadi, para taruna di akademi kepolisian tengah meninggalkan gedung akademi.

"Kita berlari ke tempat tersebut dan menemukan lusinan taruna dalam kondisi berlumuran darah. Darah dimana-mana," kata Fadel seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (12/7/2012).

Dia juga menyaksikan beberapa bagian dari seragam para taruna tersebut tercecer di seberang gedung akademi. Begitu pula dengan bercak darah yang menempel di dinding-dinding.

Pelaku bom bunuh diri tersebut tidak tewas dalam serangannya. Dia segera dievakuasi ke rumah sakit karena kehilangan kaki dan tangannya, namun pada akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya selama penanganan tim medis.

Seorang petugas keamanan setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, pelaku sebelum tewas mengatakan kepada pihak keamanan bila dirinya berafiliasi dengan kelompok Al Qaeda. Pelaku tersebut berasal dari Amran, sebuah kota yang berjarak 70 km dari Sanaa.

Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut serangan ke akademi kepolisian di Yaman sama halnya dengan serangan terhadap serangan Mei lalu yang menewaskan 90 tentara saat tengah menggelar gladi bersih untuk parade militer.

(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel