Rabu, 11/07/2012 19:51 WIB

Hasil Quick Count Mentahkan Tudingan KPU Rekayasa DPT demi Incumbent

Iqbal - detikNews
Jakarta - Jajaran KPU DKI menyambut baik hasil quick count yang diadakan beberapa lembaga survey. Hasil perolehan suara sementara yang masyarakat saksikan langsung di televisi itu secara tidak langsung merupakan bantahan terhadap tudingan bahwa KPU DKI Jakarta melakukan rekayasan DPT demi keuntungan kontestan incumbent.

"Hasil quick count sekarang membantah semua tudingan selama ini bahwa kami merekayasa DPT untuk kepentingan incumbent," ujar Ketua Pokja Kampanye, Pemungutan dan Penghitungan suara KPU DKI Jakarta, Sumarno, kepada wartawan di kantornya Jl Budi Kemuliaan, Jakarta, Rabu, (11/7/2012) malam.

Menurutnya, kalau memang KPU DKI Jakarta melakukan merekayasa terhadap DPT maka seharusnya yang unggul dalam quick count adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Padahal jelas bahwa yang unggul sementara ini menurut hasil penghitungan cepat adalah Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

"Artinya quick count bisa memberikan indikasi awal yang membuktikan bahwa KPU DKI Jakarta tidak melakukan rekayasa DPT untuk memenangkan
incumbent. Jokowi bahkan sudah memberikan pernyataan terimakasih kepada kami," jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa sebelumnya KPU DKI dianggap curang dan melakukan manipulasi DPT untuk menangkan incumbent. Padahal sama sekali KPU DKI Jakarta tidak ada kepentingan dan tidak boleh memiliki pretensi apapun terhadap pasangan calon.

"Bahwa orang per orang punya pilihan, ya saya juga punya pilihan. Tetapi pilihan yang saya coblos tadi tidak mempengaruhi sikap saya untuk mendukung si A atau si B dan mempengaruhi kebijakan sebagai anggota KPU DKI," tegas Sumarno.

(lh/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    73%
    Kontra
    27%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel