Selasa, 10/07/2012 14:47 WIB
Ramdhan Alamsyah Bantah Lempar Botol ke Pengunjung Diskotek
"Yang berantem siapa, yang lerai siapa, kok malah saya yang dilaporkan," kata Ramdhan ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/7/2012).
Ramdhan mengaku ia tidak mengetahui ihwal peristiwa itu. Menurutnya, saat keributan terjadi, ia baru saja datang ke tempat tersebut.
"Saya habis dari toilet, tiba-tiba melihat di meja kok sudah ramai," katanya.
Melihat hal itu, Ramdhan kemudian berupaya melerai perkelahian. Ia kemudian memisahkan Steven dengan temannya yang berkelahi.
"Saya tidak tahu mengapa mereka berkelahi. Mungkin karena Steven ini berantem sama pacarnya, terus melempar gelas," katanya.
Lemparan gelas tersebut, kata dia, kemudian mengenai wajah Mahdi. Mahdi kemudian nenghardik Steven.
"Kamu jangan lempar-lempar gelas dong, begitu kata Mahdi," ujarnya.
Mahdi dan Steven kemudian berkelahi. Saat itu, Ramdhan kemudian melerainya. "Saya bahkan minta sekuriti untuk memisahkan botol," katanya.
Menurut Ramdhan, justru Steven lah yang lebih dulu melempar gelas ke arah kelompoknya. "Lemparan gelas itu mengenai teman saya, Puji. Puji juga sobek 40 jahitan di lehernya," katanya.
Kendati Puji terluka, Ramdhan tidak menyarankannya untuk melapor. Ramdhan memaklumi peristiwa itu lantaran keduanya sama-sama sedang tidak sadar diri.
"Saya maklumlah, namanya orang sedang mabuk," ujarnya.
Ia juga tidak mempermasalahkan laporan Steven ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, hal itu hanya untuk menjatuhkan kredibilitasnya semata.
"Silakan saja dia melapor, itu haknya dia. Itu hanya upaya untuk menjatuhkan nama saya saja," tutupnya.
(mei/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
728 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
608 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
606 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
555 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
514 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 22:14 WIB
Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Parit Besar di Medan
-
Selasa, 21/05/2013 21:43 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 21:38 WIB
Agar Perbudakan Buruh Tak Terulang, Menaker Minta Laporan Masyarakat
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:37 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 20:49 WIB
Pembunuh SPG Cantik di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Selasa, 21/05/2013 20:43 WIB
Sukotjo Bambang Serahkan Bukti Baru Kasus Simulator SIM ke KPK
-
358 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
