Detik.com News
Detik.com

Selasa, 10/07/2012 14:45 WIB

Ini Dia Rekam Jejak 'Hakim Karaoke' Putu Suika

Andi Saputra - detikNews
Ini Dia Rekam Jejak Hakim Karaoke Putu Suika
Jakarta - Pengabdian puluhan tahun hakim Putu Suika berakhir kelam. Setahun sebelum pensiun, hakim berusia 64 tahun ini dipecat oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH) karena karaoke bersama pihak berperkara.

"No comment," kata Putu singkat usai mendengar keputusan tersebut di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2012).

Terlahir di Karangasem, Bali, pada 11 November 1948 lalu, Putu menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur. Lalu dia mengikuti seleksi PNS hakim dengan penempatan pertama di Pengadilan Tinggi Pontianak dan diangkat menjadi PNS tidak lama setelah itu.

Karier hakimnya dimulai saat menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Sumber, Cirebon, dan diangkat menjadi hakim pertama kali di PN Ketapang. Setelah itu kariernya tidak jauh dari tempat kelahirannya yaitu di PN Ketapang, PN Klungkung, Wakil Ketua PN Bojonegoro, Ketua PN Ngawi dan Wakil Ketua PN Pati.

Dia sempat menjadi wakil Ketua PN Palangkaraya dan hakim PN Mataram sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya menjadi hakim PN Denpasar hingga saat ini.

Sebagai hakim PN Denpasar, dia pernah menghukum 7 tahun penjara WN Selandia Baru, Angus Mc Caskill (57) karena memiliki 3,58 gram kokain. Lama hukuman yang dijatuhkan pada 31 Januari 2011 ini sesuai tuntutan jaksa.

Namanya juga sempat mencuat saat menjadi ketua sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana mati kasus narkoba, Scott Anthony, anggota komplotan Bali Nine pada 18 Agustus 2010. Saat itu terjadi perdebatan dikarenakan surat Ketua PN Denpasar yang menetapkan majelis hakim yang ditunjuk adalah untuk menangani perkara praperadilan, bukan PK. Itu dianggap kesalahan fatal oleh jaksa penuntut umum.

Di tahun yang sama, Putu Suika menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Abdurrahman alias Abdu (21), terdakwa pembunuh warga negara Jepang Hiromi Shimada (41). Adapun pelaku utama, Mawardi, dihukum 20 tahun penjara.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%