Selasa, 10/07/2012 14:34 WIB

5 Putri Saudi yang Jadi Berita

Nurul Hidayati - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 3 dari 6 Next »
Putri Basma, Si Pengkritik

Putri Basma binti Saud Bin Abdulaziz, yang merupakan keponakan Raja Abdullah, menjadi berita karena berani mengecam pemerintah Saudi atas korupsi, kemiskinan dan pelanggaran HAM serius di kerajaan Teluk Persia itu.

Aktivis sosial itu mengatakan dirinya tak akan berdiam diri atas apa yang terjadi di negara asalnya. Dia mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan kekuasaan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa.

"Kami punya 2.000 orang kerajaan yang multijutawan, yang memiliki semua kekuasaan, semua kekayaan dan tak ada seorang pun yang bisa mengucapkan sepatah kata terhadap itu karena mereka takut kehilangan apa yang mereka miliki," cetus Putri Basma.

"Jika Anda pria miskin dan Anda mencuri, tangan Anda dipotong setelah tiga pelanggaran. Namun jika Anda pria kaya, tak seorang pun yang akan mengatakan apapun pada Anda," kata putri Saudi yang kini tinggal di London, Inggris.

Putri Basma juga menuding para pejabat Saudi tidak cakap dalam melakukan tugas-tugas mereka. "Kami punya menteri-menteri yang tidak mampu melakukan apa yang telah diperintahkan dari atas karena tidak ada tindak lanjut, karena tidak ada konsekuensi," cetus wanita berumur 47 tahun itu.



Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%