detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 14:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 10/07/2012 13:57 WIB

Jika John Kei Tak Dipindah ke Mapolda Metro, Adik akan Kerahkan Massa

Silvanus Alvin - detikNews
Jakarta - Pendukung berharap John Kei segera dipindahkan dari RS Polri Kramatjati ke Mapolda Metro Jaya. Jika John Kei tidak segera dipindahkan maka sang adik, Tito Refra Kei, akan menurunkan massa sebanyak-banyaknya.

"Komitmen kami dan tim pengacara memindahkan John Kei ke Polda. Kalau tidak dipindahkan hari ini, saya akan menurunkan massa sebanyak-banyaknya," ujar Tito usai bertemu dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Pihak John Kei akan menurunkan massa sebagai bagian dari menuruti proses hukum. Sebab menurut mereka, sebenarnya sejak Jumat (6/7) dini hari 00.00 WIB, John Kei sudah dibebaskan. Karena dibantarkan, hingga saat ini John masih berada di RS Polri untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sekarang yang membuat keresahan itu siapa, tanyalah ke pihak polisi. Aturan hukum harus ditaati. Sebenarnya yang dibilang massa itu simpatisan keluarga besar di Jakarta. Jadi kalau kepastian tidak dikembalikan ke Polda maka mungkin malam ini massa akan datang," papar Tito yang juga adik John Kei.

Pendukung keberatan pembantaran atas John Kei di hari penahanan ke 119. Padahal menurut mereka John Kei sehat.

Menurut Tito, polisi telah merekayasa pembantaran John Kei. Sebab, kata dia, dokter independen dan dokter pribadi menyatakan John Kei dalam keadaan sehat.

Tito juga menjelaskan sudah ada kesepakatan dengan pihak Polda Metro Jaya. Sesuai kesepakatan, John Kei rencananya akan dikembalikan ke Polda Metro Rabu 11 Juli besok.

Mabes Polri melalui Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, John Kei belum melewati masa penahanan 120 hari seperti yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang mensyaratkan bebas demi hukum bila tersangka ditahan setelah 120 hari. Menurut Boy, 119 hari itu jatuh ketika John mulai dibantarkan penyidik ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (6/7) pekan lalu.

Mabes Polri sebelumnya melarikan John Kei ke RS Polri Kramat Jati lantaran tensi John Kei naik dan kaki bekas tembakan masih bengkak. Sedangkan berkas John Kei sudah empat bolak-balik dari penyidik ke kejaksaan. John Kei merupakan tersangka kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Ayung alias Tan Harry Tantono.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vit/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%