Detik.com News
Detik.com
Selasa, 10/07/2012 11:57 WIB

Ini 3 Faktor Penyebab Biaya Haji 2012 Naik Sekitar 10 Persen

Ahmad Toriq - detikNews
Ini 3 Faktor Penyebab Biaya Haji 2012 Naik Sekitar 10 Persen Suasana wukuf di Arafah (AFP)
Jakarta - Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2012 hampir dipastikan naik. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyebut ada 3 faktor yang mempengaruhi kenaikan itu. Apa saja?

"Pertama, perumahan atau gedung-gedung di sekitar masjidil haram, kurang lebih ada 1.700 gedung yang dibongkar oleh pemerintah Arab Saudi. Ada yang sudah dibongkar, tetapi yang belum dibongkar sudah tidak berfungsi. Konsekuensi dari itu maka pemondokan kemudian ke belakang, semakin jauh. Akibat dari itu, yang tadinya harga sewa pemondokan yang di belakang itu murah, sekarang harganya melambung tinggi," kata Suryadharma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Alasan kedua, yaitu harga bahan bakar pesawat atau avtur yang melambung. Hal itu, dia menambahkan, mengakibatkan biaya perjalanan menjadi naik.

"Harga avtur naik, karena untuk tiket penerbangan diukur dari harga avtur, maka harga tiket juga naik," paparnya.

Selanjutnya, kenaikan ONH juga dipengaruhi oleh kurs dollar saat ini. "Nilai tukar rupiah terhadap dollar berbeda jauh. Tahun lalu kan nilainya Rp 8.200 hingga Rp 8.300. Saat ini kan Rp 9.400 hingga Rp 9.500," tuturnya.

Dari tiga faktor tersebut, Suryadharma menyebut kenaikan akan berkisar 10 persen. "Iya kurang lebih sebesar itu (10 persen). Tapi nanti persisnya berapa, kita tunggu keputusan pemerintah dan DPR hari ini juga pukul 14.00 akan diputuskan besarannya," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%