detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 20/09/2012 07:45 WIB

Menengok 12 Gubernur DKI dari Masa ke Masa

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 13 Next »
1. Raden Suwiryo

Raden Suwiryo terhitung pemimpin Jakarta pertama. Suwiryo yang kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, pada 17 Februari 1903 ini merupakan tokoh pergerakan seperti Jong Java, Partai Nasional Indonesia, Partai Indonesia, Jawa Hokokai dan Pusat Tenaga Rakyat (Putera).

Kariernya di Jakarta dimulai saat pendudukan Jepang pada Juli 1945. Saat itu yang menjadi Walikota DKI adalah tokoh Jepang, Tokubetsyu Sito. Suwiryo menjadi Wakil Walikota pertama, sedangkan Wakil Walikota kedua adalah Baginda Dahlan Abdullah. Saat itu, Sunaryo melakukan nasionalisasi pemerintahan dan kekuasaan kota secara diam-diam.

Saat Jepang takluk pada Sekutu Agustus 1945, dan berita tentang itu ditutup-tutupi, Suwiryo dengan berani menanggung segala akibatnya untuk menyebarkan berita itu pada warga Jakarta dalam suatu pertemuan. Dia ikut mendorong dwitunggal Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah merdeka, Suwiryo ditunjuk Bung Karno sebagai Walikota Jakarta pada 23 September 1945. Saat Sekutu yang ditumpangi NICA mendarat kembali di Indonesia, Suwiryo diasingkan ke Semarang, Yogyakarta pada tahun 1947-1949. Saat itu jabatan dipegang sementara oleh Daan Jahja. Kembali ke Jakarta pada 1949, Bung Karno mengangkatnya kembali menjadi Walikota Jakarta pada 17 Februari 1950 sampai 1951. Suwiryo meninggal pada 27 Agustus 1967 karena sakit. Suwiryo dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Next page :
2. Daan Jahja


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%