Selasa, 10/07/2012 02:13 WIB

Pelaku Penusukan Dosen Filsafat UGM: Tinggal Satu Lagi

Prins David Saut - detikNews
Foto: istimewa
Jakarta - Dosen Filsafat UGM, Farid Mustofa yang ditusuk oleh teman diskusinya di FB merasa heran. Si penusuk yang ternyata mantan mahasiswanya bernama Khaerudin tersebut bersikap aneh setelah menusuknya.

"Setelah menusuk saya, dia berdiri saja dengan tatapan datar," kata Farid pada detikcom, Senin (9/7/2012).

Tak hanya itu, Khaerudin mengeluarkan kata-kata yang mengisyaratkan jika target bukan hanya dirinya seorang. "Setelah menusuk saya dia bilang 'masih ada satu target lagi'," ujar Farid yang mengaku merasa waswas akibat kejadian ini.

Walau telah diamankan oleh kepolisian dari Polsek Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Farid mengaku tetap khawatir. Ia bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan target satu lagi tersebut.

"Gelagatnya aneh, khawatir saya kalau dia sudah dibebaskan," ujar Farid.

Pada berita sebelumnya, Farid ditusuk lehernya sebelah kanan oleh rekan diskusi di jejaring sosial yang ternyata mantan mahasiswanya. Udin sendiri merupakan mantan mahasiswa Filsafat UGM angkatan 2007, namun sempat pindah untuk kuliah di Jakarta.

(vid/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    73%
    Kontra
    27%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel