detikcom
Selasa, 10/07/2012 00:01 WIB

Istana Belum Terima Pemberitahuan Hari Suwandi Ingin Bertemu SBY

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Istana siap memfasilitasi keinginan Hari Suwandi bertemu Presiden SBY. Namun sejauh ini belum ada kejelasan kapan warga Porong, Sidoarjo, korban Lumpur Lapindo tersebut ingin menemui SBY.

"Kami belum mendengar langsung adanya rencana dari warga korban Lapindo untuk bertemu," ujar Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/7/2012) malam.

Bila memang benar Hari Suwandi ingin menyampaikan aspirasinya langsung ke Kepala Negara, maka sebaiknya memberitahukannya secara formal terlebih dahulu. Sehingga bisa diatur jadwalnya mengingat agenda Presiden SBY yang padat.

"Jadi kalau memang ada yang ingin disampaikan, tentunya akan kami terima dengan pengertian apa hal yang perlu ditindaklanjuti dalam kapasitas pemerintah," ujar Julian.

"Bahwa ada rencana untuk temui di istana selalu kami respon. Apa itu langsung ditemui menteri atau pihak terkait atau bagaimana nanti kita lihat," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perwakilan warga Porong korban lumpur Lapindo menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta. Hari Suwandi meninggalkan Pos Pantau BPLS pada 14 Juni lalu dan tiba di Jakarta akhir pekan kemarin.

Tujuan menggelar aksi jalan kaki ini adalah mengadukan sisa uang ganti rugi lahan yang belum lunas dibayarkan PT Lapindo. Padahal kasusnya sudah berlangsung lebih dari lima tahun.

(lh/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel