detikcom
Senin, 09/07/2012 23:36 WIB

KPUD DKI Bantah Hendardji dan Nono Belum Dapat Undangan

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Hendardji Soepandji dan Nono Sampono mengaku belum mendapat undangan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Namun hal ini dibantah oleh KPU DKI Jakarta yang telah mengirimkan undangan tersebut.

"Baru kita cek, mereka sudah dapat, sudah fix," kata Ketua Pokja dan Sosialisasi dan Tungra, Sumarno kepada detikcom, Senin (9/7/2012).

Menurut Sumarno surat undangan masih dalam proses penyebaran hingga besok malam (10/7). Bahkan ia memastikan surat undangan untuk Hendardji dan Nono telah diterima langsung oleh kedua kandidat yang turut dalam pertarungan pilkada DKI Jakarta 2012.

"Surat undangan itu sedang berproses, sedang berjalan sampai besok malam. Jadi baru dikomunikasikan di daerah para tokoh itu dan sudah diterima langsung," ujar Sumarno.

Sumarno menjelaskan undangan bukan berarti tidak ada, melainkan persoalan teknis waktu saja. Ia menduga petugas penyebar undangan tidak berhasil menemui yang bersangkutan ketika mengirimkan undangan.

"Bukan berarti tidak dapat, hanya soal waktu saja. Mungkin saja petugas sudah datang ke rumahnya, mungkin pagarnya tinggi dan sebagainya, atau mungkin yang bersangkutan tidak di tempat. Ketika balik lagi, mungkin yang bersangkutan merasa kok tidak dapat undangan," terang Sumarno.

Sumarno meminta kepada semua pihak, bila tidak mendapatkan undangan jangan dipolitisir. "Ini hanya soal teknis saja, jangan dipolitisasi," harap Sumarno.

Sementara itu, Hendardji sendiri akhirnya menegaskan telah menerima surat undangan dari KPUD. Hendardji akan melakukan pencoblosan di kawasan Cipete Utara.

"Sudah terima sore tadi," ujar Hendardji melalui SMS yang diterima detikcom, pukul 23.15 WIB.

(vid/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close