Senin, 09/07/2012 22:38 WIB

Tim Jokowi-Ahok: Praktik 'Pasca Bayar' Digunakan Orang yang Takut

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Praktik 'pasca bayar' ditengarai sebagai politik uang yang kerap digunakan kala Pilkada. Nah, Pilkada DKI dikhawatirkan muncul praktik seperti itu. Tim Jokowi-Ahok pun berharap semua kontestan menghindari cara itu dan bertarung dengan fair.

"Mereka yang gunakan modus itu mungkin ketakutan saja," kata anggota tim sukses Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, di kantor KPUD DKI, Jl Budi Kemuliaan, Jakarta, Senin (9/7/2012).

Praktik 'pasca bayar' ini yakni dengan memberi uang kepada pemilih yang mencoblos pilihan mereka. Di bilik suara, dengan bermodal telepon seluler, pilihan itu difoto kemudian ditunjukkan kepada tim sukses yang membayari. Bila menemukan praktik itu di TPS, tim Jokowi-Ahok pun akan mengambil tindakan.

"Ya kita stop dulu pemilihannya, selesaikan dulu. Itu kan bisa menimbulkan kericuhan," jelasnya.

Denny menjelaskan, pihaknya menjamin, modus 'pasca bayar' tidak akan dilakukan Jokowi-Ahok. Mereka akan bertarung dengan jujur menjunjung tinggi politik bersih.

"Ya memang orang memilih dan mefoto apa yang dia pilih lalu ditunjukkan ke orang lain, itu kan haknya. Dalam prinsip penyelenggraan pemilu yang jujur dan adil sebenarnya itu tidak perlu, tetapi ya itu hak pribadi yang tak bisa dilanggar. Tapi bagi kami modus memfoto kemudian bayar itu nggak kita gunakan. Kita bayar saksi saja sudah ngap-ngapan, gimana mau bayar dengan modus itu," tegasnya.

(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel