detikcom
Senin, 09/07/2012 22:14 WIB

KPU DKI Ubah DPT Jadi 6.962.348

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - KPU DKI Jakarta mengubah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang semula berjumlah 6.983.692, menjadi 6.962 348 pemilih. Hal itu dihasilkan setelah KPU DKI menggelar rapat pleno tindak lanjut putusan DKPP Soal penetapan DPT pada hari ini.

"Pada tanggal 2 Juni lalu KPU DKI telah menetapkan jumlah DPT sebanyak 6.983.692, dan hari ini diubah dan ditetapkan menjadi 6.962 348," ujar ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI Jakarta, Aminullah.

Aminullah mengatakan itu dalam rapat pleno tindaklanjuti putusan DKPP tentang penetapan DPT bersama enam tim pasangan calon di kantornya, Jl Budi Kemuliaan, Jakpus, Senin, (9/7/2012).

Menurutnya, angka perubahan DPT itu diperoleh karena KPUD DKI telah menghapus 21.344 nama yang sebelumnya masih ditandai karena memang terindikasi DPT ganda. Baik yang berasal dari NIK ganda, NIK kurang, maupun tidak ada NIK.

"Keputusan itu diterima baik oleh keenam tim sukses. Namun tim sukses tetap berkeinginan untuk masih bisa memberikan masukan temuan-temuan DPT ganda, termasuk temuan kartu pemilih ganda. Akan tetapi KPUD DKI tidak menerima keberatan dari timses itu dan tetap akan hanya menghapus 21.344 nama dari DPT 2 Juni," jelasnya.

Ia menjelaskan, malam ini surat keputusan KPU DKI soal penetapan DPT ini akan diserahkan kepada keenam timses dan langsung didistribusikan ke KPU tingkat kota serta kecamatan dan kelurahan. Karena saat ini logisitik pemilu sudah didistribusikan hingga ke tingkat kelurahan.

Ditemui usai rapat pleno tersebut, Aminullah menuturkan pihaknya semula berkeras tidak akan merubah DPT. Tetapi karena ada keputusan DKPP yang menjadi payung hukum, maka KPU DKI sepakat itu menjadi keputusan bersama.

"Istilah hukum namanya deskresi, dan itu memiliki alasan yang jelas," ucapnya.

Lalu, soal 21.344 nama yang ditemukan ganda dan dicoret oleh KPU DKI, hal itu menurutnya berdasarkan temuan KPU DKI dari hasil penandaan KPU DKI sebelumnya.

"Jadi keputusan tadi kami sepakat untuk mencoret pemilih yang sudah ditandai itu," kata Aminullah.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%