Senin, 09/07/2012 21:54 WIB

Modus 'Pasca Bayar', Tim Hidayat-Didik: Kami Percaya dengan Soliditas

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Tim sukses pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini menilai modus kecurangan politik uang yang disebut sebagai 'pasca bayar' sangat menggangu. Namun mereka percaya kadernya memiliki tingkat kesoliditas yang kuat.

"Saya pikir hal itu (modus pasca bayar) sesuatu yang cukup mengganggu, meski secara pribadi saya tidak khawatir karena percaya dengan soliditas," ujar Koordinator tim advokasi Hidayat-Didik, Rois Hadayana, kepada detikcom di kantor KPU DKI, Jl Budi Kemuliaan, Senin, (9/7/2012).

Menurut Rois, politik model ini cukup mengganggu pendewasaan publik terhadap proses demokrasi. Pihaknya justru menyayangkan KPUD DKI yang tidak mengambil langkah antisipasi dengan membuat aturan teknis untuk pencegahan.

"Kita sangat menyayangkan KPUD DKI, masa dengan alasan kesullitan untuk menyimpan HP dan sebagainya tidak bisa dilakukan. Itu kan hal teknis dan mudah kalau ingin mendewasakan proses demokrasi yang sedang berlangsung," tuturnya.

Ia menjelaskan seharusnya KPUD bisa mengakomodir masukan agar pemilih tidak membawa HP sebagai bukti modus ke dalam kotak suara. Pihaknya mengutarakan saran yang kongkret bagi KPU DKI.

"Itu gampang diatur. Misal, HP diikat dengan nomor antrean dengan karet kayak orang titip sepatu, setelah memilih HPnya dikembalikan, kan tidak akan tertukar. Kalau KPU DKI betul-betul berpikir ingin ikut mendewasakan proses demokrasi," kata Rois.


(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel