detikcom
Senin, 09/07/2012 16:43 WIB

Pukul Wartawan, Gubernur Filipina Dinonaktifkan oleh Presiden Aquino

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Manila, - Seorang gubernur di Filipina dijatuhi sanksi penonaktifan selama 1 bulan tanpa gaji oleh Presiden Benigno Aquino. Penyebabnya, gubernur ini menerobos masuk ke dalam stasiun radio dan melakukan pemukulan terhadap seorang wartawan.

Sanksi ini dijatuhkan 1 tahun pasca insiden pemukulan tersebut terjadi. Saat itu, Gubernur Provinsi Kalinga, Jocel Baac, nekat menerobos masuk ke dalam kantor radio DZRK yang juga milik pemerintah. Dia langsung melabrak seorang wartawan radio tersebut yang bernama Jerome Tabanganay.

Motifnya ternyata, sang gubernur tak kuasa menahan emosi karena Jerome mengkritiknya yang dianggap gagal menghentikan perjudian ilegal di wilayah tersebut. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Senin (9/7/2012).

Sebuah video insiden tersebut bahkan sempat diunggah ke Youtube dan menjadi bukti bahwa pemukulan memang terjadi. Terlihat dalam video, Jocel memukul Jerome di bagian kepala dengan mikrofon. Kemudian Jocel terlibat perkelahian dengan staf radio lainnya. Jocel kemudian ditangkap oleh polisi di lokasi kejadian. Dia bahkan harus dikawal keluar dari kantor radio tersebut.

Menurut juru bicara presiden, Abigail Valte, sanksi penonaktifkan Jocel telah ditandatangani oleh Presiden Aquino pada 29 Juni lalu. Namun baru diumumkan ke publik hari ini.

Aksi kekerasan terhadap wartawan yang bersuara kritis memang bukan kali pertama terjadi di Filipina. Sejak Januari lalu, tercatat 4 wartawan tewas terbunuh di Filipina. Secara total, tercatat 153 jurnalis tewas terbunuh sejak demokrasi ditegakkan di Filipina pada tahun 1986. Bahkan ada salah satu organisasi pemantau HAM yang menyebut Filipina sebagai salah satu wilayah paling berbahaya bagi para insan pers.

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel