Senin, 09/07/2012 13:27 WIB

Ketika Kelompok Pendukung & Anti Saweran 'Adu Tanding' di KPK

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digeruduk dua kelompok warga terkait saweran gedung KPK. Salah satu kelompok ikut menyumbang untuk pembangunan gedung, sedang yang lainnya menolak aksi saweran.

Pantauan detikcom di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (9/7/2012), sekitar 30-an anggota Forum LSM Peduli Bogor datang ke KPK dengan membawa Rp 2,445 juta dalam bentuk uang logam atau koin.

Koin-koin tersebut dibungkus dengan kain putih dan diikat dengan pita merah. Dengan memakai kaos putih berkerah hijau

"Uang ini sebagai jawaban atas tantangan Komisi III DPR yang tidak peduli pada KPK," teriak Wakil Ketua Forum LSM Peduli Bogor, Oman Pribadi.

Nah, berbeda dengan Oman dan rekan-rekannya, di waktu yang hampir bersamaan terdapat puluhan anggota Gerakan Tumpas Korupsi (Gertak) yang menyerukan aksi tolak aksi saweran gedung KPK. Mereka datang dengan membawa spanduk-spanduk penolakan aksi saweran. Menurut mereka, saweran ini hanya merupakan pembodohan.

"Ini pembodohan, para koruptor akan ikut menyumbang. Ini akan mempengaruhi kebijakan KPK. Sawean ini gratifikasi," kata salah satu anggota Gertak, Agus Muslim dalam orasinya di depan gerbang masuk halaman gedung KPK.

Namun, walaupun saling berbeda tema aksi, kedua aksi ini berlangsung lancar. Tidak ada bentrokan yang terjadi. Arus lalu lintas di depan gedung KPK pun lancar.

(ndr/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel