detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 09/07/2012 11:37 WIB

Assad Tuding AS Berperan dalam Konflik Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Damaskus, - Presiden Suriah Bashar al-Assad menuding pemerintah Amerika Serikat berperan dalam konflik di Suriah dengan mendukung geng-geng bersenjata untuk mendestabilisasi negara.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ARD, Assad mengatakan bahwa AS merupakan bagian dari konflik Suriah. "Mereka menawarkan dukungan politik ke geng-geng tersebut untuk mendestabilisasi Suriah," cetus Assad.

"Selama Anda menawarkan dukungan apapun bagi para teroris, Anda adalah mitra. Apakah Anda mengirimkan mereka persenjataan atau uang atau dukungan publik, dukungan politik di PBB, di manapun," imbuh Assad seperti diberitakan Press TV, Senin (9/7/2012).

Assad pun menuding kelompok-kelompok terorislah yang melakukan pembantaian di Kota Houla, Homs pada 25 Mei lalu yang menewaskan 108 orang, termasuk 49 anak dan 34 wanita. Dikatakan Assad, geng-geng bersenjata di Suriah melakukan kekejaman itu saat "mengenakan seragam tentara, seragam militer kami untuk menyebutkan bahwa itu militer".

Sebelumnya pafa 3 Juni lalu, Assad mencetuskan bahwa Suriah "tengah menghadapi perang dari luar negeri dan bahwa upaya-upaya tengah dilakukan untuk melemahkan Suriah, melanggar kedaulatannya."

Krisis yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Pemerintah negara-negara Barat telah menyerukan Assad untuk meletakkan jabatannya sebagai upaya menyelesaikan pergolakan berkepanjangan di negeri itu.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close