detikcom
Senin, 09/07/2012 11:30 WIB

Penusukan Dosen UGM Diduga Berawal dari Konsultasi Agama di Facebook

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Penusuk dosen UGM Farid Mustofa, Khairudin, diduga kuat mengalami depresi. Khairudin yang mengaku berasal dari Jakarta, berkenalan dengan Farid di Facebook saat berkonsultasi soal agama.

"Dari situ, pelaku ingin bertemu dengan Pak Farid. Lalu datang ke Yogya," kata dekan Filsafat UGM, Mukhtasar Syamsuddin, ketika dihubungi detikcom, Senin (9/7/2012).

Berdasarkan keterangan Farid, kata Mukhtasar, Khairudin sering bertanya soal agama di Facebook. Diperkirakan, karena penasaran, pelaku lalu datang ke Yogyakarta.

Setiba Yogya, pelaku berhubungan dengan korban melalui telepon. Pelaku datang ke rumah korban di Rejodani, Yogyakarta. Namun hanya istri korban yang ada di rumah.

Menjelang petang, Minggu (9/7/2012), Farid pulang dan langsung menuju masjid dekat rumahnya. Saat itu, pelaku ternyata sudah berada di lokasi yang sama. Bahkan pelaku ikut salat magrib.

"Usai salat, pelaku merangkul Pak Farid dari belakang, lalu mengeluarkan pisau, dan menyerang Pak Farid," terang Mukhtasar.

Hingga saat ini, Mukhtasar tidak mengetahui motif penyerangan tersebut. "Namanya saja orang depresi Mas, nggak tahu kenapa. Secara psikologis, pelaku memang terganggu," imbuhnya.

Setelah mendapat perawatan dari RS, Farid diizinkan pulang ke rumah hari ini. Sementara pelaku masih diperiksa polisi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close