detikcom
Senin, 09/07/2012 04:38 WIB

Aung San Suu Kyi Mulai Debut di Parlemen Myanmar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi akan memulai debut bersejarah di Parlemen Myanmar pada Senin (9/7/2012) ini. Hal ini menandai tahap baru perjuangan Suu Kyi setelah hampir seperempat abad memperjuangkan demokrasi di Myanmar.

Seperti dikutip detikcom dari AFP, Aktivis veteran yang terus berkampanye mewujudkan demokrasi di Myanmar dan telah dipenjara bertahun-tahun oleh junta militer ini baru saja mendapatkan gelar nobel perdamaian. Suu Kyi akan mengawali debutnya di Parlemen Myanmar setelah duduk sebagai politisi terpilih untuk pertama kalinya di ibukota Naypyidaw.

Masuknya Suu Kyi dalam parlemen Myanmar merupakan awal positif bagi perjalanan demokrasi di Myanmar. Ditengah ekspektasi bahwa kelompok garis keras akan digantikan oleh tokoh reformis melalui perombakan kabinet dan jajaran pejabat pemerintahan.

Suu Kyi akan bergabung di Parlemen Myanmar sebagai bagian dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Suu Kyi akan menjadi salah satu dari 37 anggota majelis rendah parlemen dari NLD. Debutnya di legislatif memang sempat tertunda karena kelelahan setelah tur ke Eropa dan kunjungan ke konstituennya.

Sampai saat ini Parlemen Myanmar masih dipimpin oleh militer dan sekutu politiknya. Mereka memainkan sejumlah isu yang yang cukup krusial sejak Rabu pekan lalu.

Seperti isu kekerasan komunal pada bulan Juni antara etnis Budha Rakhine dan muslim Rohingya, yang menewaskan puluhan orang dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Penyelamatan warga menyangkut insiden tersebut adalah agenda penting yang membutuhkan persetujuan parlemen.

Suu Kyi berjanji partainya akan bergabung dalam "konser legislatif" dan mendorong lebih besar "transparansi" di dalam parlemen. Keterlibatannya dalam arus utama politik nasional Myanmar adalah hasil dari perubahan besar rezim baru, termasuk pembebasan ratusan tahanan politik, bagian dari liberalisasi ekonomi Myanmar. Juga gencatan senjata sementara dengan kelompok pemberontak bersenjata.

Namun pemerintah Myanmar mendapat kecaman dari aktivis demokrasi lainnya Minggu lalu setelah pihak berwenang sempat menahan 20 pemimpin mahasiswa menjelang peringatan 50 tahun penindasan brutal terhadap protes mahasiswa. Mereka semua kemudian dibebaskan Sabtu malam.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%