detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 09/07/2012 04:38 WIB

Aung San Suu Kyi Mulai Debut di Parlemen Myanmar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi akan memulai debut bersejarah di Parlemen Myanmar pada Senin (9/7/2012) ini. Hal ini menandai tahap baru perjuangan Suu Kyi setelah hampir seperempat abad memperjuangkan demokrasi di Myanmar.

Seperti dikutip detikcom dari AFP, Aktivis veteran yang terus berkampanye mewujudkan demokrasi di Myanmar dan telah dipenjara bertahun-tahun oleh junta militer ini baru saja mendapatkan gelar nobel perdamaian. Suu Kyi akan mengawali debutnya di Parlemen Myanmar setelah duduk sebagai politisi terpilih untuk pertama kalinya di ibukota Naypyidaw.

Masuknya Suu Kyi dalam parlemen Myanmar merupakan awal positif bagi perjalanan demokrasi di Myanmar. Ditengah ekspektasi bahwa kelompok garis keras akan digantikan oleh tokoh reformis melalui perombakan kabinet dan jajaran pejabat pemerintahan.

Suu Kyi akan bergabung di Parlemen Myanmar sebagai bagian dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Suu Kyi akan menjadi salah satu dari 37 anggota majelis rendah parlemen dari NLD. Debutnya di legislatif memang sempat tertunda karena kelelahan setelah tur ke Eropa dan kunjungan ke konstituennya.

Sampai saat ini Parlemen Myanmar masih dipimpin oleh militer dan sekutu politiknya. Mereka memainkan sejumlah isu yang yang cukup krusial sejak Rabu pekan lalu.

Seperti isu kekerasan komunal pada bulan Juni antara etnis Budha Rakhine dan muslim Rohingya, yang menewaskan puluhan orang dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal. Penyelamatan warga menyangkut insiden tersebut adalah agenda penting yang membutuhkan persetujuan parlemen.

Suu Kyi berjanji partainya akan bergabung dalam "konser legislatif" dan mendorong lebih besar "transparansi" di dalam parlemen. Keterlibatannya dalam arus utama politik nasional Myanmar adalah hasil dari perubahan besar rezim baru, termasuk pembebasan ratusan tahanan politik, bagian dari liberalisasi ekonomi Myanmar. Juga gencatan senjata sementara dengan kelompok pemberontak bersenjata.

Namun pemerintah Myanmar mendapat kecaman dari aktivis demokrasi lainnya Minggu lalu setelah pihak berwenang sempat menahan 20 pemimpin mahasiswa menjelang peringatan 50 tahun penindasan brutal terhadap protes mahasiswa. Mereka semua kemudian dibebaskan Sabtu malam.




Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(van/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close