Minggu, 08/07/2012 17:42 WIB

3 Napi Kabur dari Rutan Terbaik se-Sulteng

Mahfudz Jufri - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Palu - Tiga narapidana kabur dari Rumah Tahanan Klas 2A, di Jalan Bali, Palu Selatan, Sulawesi Tengah. Mereka melarikan diri dari pos di belakang rutan yang tidak dijaga oleh petugas.

Dari informasi yang didapatkan dari sumber detikcom di rutan tersebut, ketiga napi yang kabur adalah Mustaming alias Taming (30), warga Sungai Malino, Kelurahan Ujuna, Palu Barat. Ia masuk bui karena terlibat penganiayaan. Wiwin alias Ewin (26), warga Kelurahan Manggis I, Kelurahan Balaroa, Palu Barat, yang terlibat dalam pembunuhan, dan Muhammad Anjar Giling (20), Jalan Kelor, Kelurahan Balaroa, Palu Barat.

"Kejadiannya antara pukul 11.00-12.00 WITA," kata sumber tersebut, Minggu (8/7/2012).

Kepala Kanwil Departemen Kehakiman dan HAM Sulteng, Sudirman Hury langsung melakukan inspeksi rutan yang pada 2012 mendapat gelar sebagai rutan terbaik se-Sulteng ini.

Ada 5 napi yang berusaha melarikan diri, namun hanya tiga yang lolos. Satu napi di antaranya terjatuh ketika berusaha melompati pos penjagaan dan satu lagi berhasil ditangkap.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait lkejadian ini. Petugas rutan yang dikepalai Giyono dikumpulkan untuk diberi arahan oleh Sudirman Hury.


(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel