Minggu, 08/07/2012 13:13 WIB

Tiket Hangus & Bayar Rp 200 Ribu, Penumpang Citilink di Denpasar Protes

Gede Suardana - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Denpasar - Tiket penumpang maskapai Citilink di Denpasar tiba-tiba dinyatakan hangus. Para penumpang protes karena diharuskan membayar Rp 200 ribu untuk bisa berangkat pada penerbangan selanjutnya.

"Kami diminta membayar biaya administrasi Rp 200 ribu lagi untuk bisa terbang pada penerbangan berikutnya," kata penumpang jurusan Denpasar-Surabaya Efra Rohanita dengan kesal, Minggu (8/7/2012).

Sikap Citilink tersebut mendapat reaksi keras dari puluhan penumpang yang tiketnya dinyatakan hangus. Ada yang tak berdaya menerima, ada pula penumpang yang menolak pembayaran tersebut.

"Kami tidak mau membayar lagi, karena tiket dinyatakan hangus padahal kami tak melakukan kesalahan!" kata Efra kesal.

Disebutkan, Citilink menghanguskan tiket penumpang karena dianggap melewati batas waktu check-in. "Puluhan penumpang antre sejak 1-2 jam, tapi dianggap melewati batas waktu 30 menit check-in," kata Efra.

Efra rencananya berangkat menuju Surabaya dengan membayar tiket seharga Rp 1.066.000 untuk dua orang. Sedangkan, penumpang Prima Yosepine yang hendak terbang ke Jakarta membeli tiket Rp 3.500.000 untuk tiga orang.

Efra menduga, check-in tiba-tiba ditutup padahal puluhan penumpang masih antre di depan loket karena banyak calo tiket. "Kenapa tiket kami hangus dan loket check-in ditutup padahal antre lama. Jangan-jangan kursi pesawat sudah penuh karena banyak calo tiket yang beroperasi di sini," ujar Efra.

Belum ada konfirmasi dari Citilink mengenai kejadian ini. Detikcom berusaha menghubungi kantor Citilink di Jakarta, namun sejauh ini tidak ada jawaban.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%