Sabtu, 07/07/2012 21:18 WIB

Isi Malam Minggu, Wapres Nonton Wayang Kulit 'Pandawa Boyong'

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengisi malam minggu dengan menonton wayang di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Boediono diketahui sangat menggemari wayang kulit sejak kecil.

"Rencana menggelar wayang sebetulnya sudah lama," ujar Juru bicara Wapres Yopie Hidayat di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2012).

Menurut Yopie, Wapres Boediono sejak dari kecil telah menggemari wayang kulit dan pertunjukan wayang kali ini untuk mengajak masyarakat menikmati liburan. Gelaran wayang ini akan dilangsungkan semalam suntuk.

"Itu sebabnya, untuk acara ini kami juga mengundang masyarakat di sekitar, meski tidak dibuat 100 persen terbuka karena menimbang faktor keamanan," terangnya.

Terkait lakon pertunjukan wayang kulit yaitu Pandawa Boyong, hal itu hanya disesuaikan dengan dalang yang membawakannya. "Itu disesuaikan saja dan kebetulan berdekatan waktunya dengan rencana pindah kantor," kata Yopie.

Kisah Pandawa Boyong ini berlatar belakang usainya perang Baratayuda, dimana para Pandwa berhail membasmi Duyudana dan kroninya. Negara Astina yang hancur karena peperangan kembali dibangun oleh para keturunan Pandawa.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fiq/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%